Presiden Cari Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, Hasilnya Nihil
- presidenri.go.id
Setelah melakukan pengecekan, Menkes pun memberikan data terkait stok obat-obatan yang dicari Presiden tersebut di sejumlah apotek lain di Kota Bogor.
“Mohon maaf, Pak,” kata Menkes mencoba menjelaskan,”Karena saya ada catatan, Pak Presiden, kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek, ya Pak, ya. Misalnya untuk Favipiravir di Apotek Kimia Farma Tajur Baru ada 4.900 , Apotek Kimia Farma Juanda 30, ada 4.300, Kimia Farma di Semplak, Bogor (ada) 4.200.
Budi juga menuturkan seluruh data ketersediaan obat bisa dicek secara online.
“Itu ada data online yang ada di rumah sakit, nah itu bisa dilihat by kota segala macam, berikut apoteknya, Kimia Farma, Century, Guardian, K24,” kata Budi.
“Di situ ada semuanya?” sela Presiden.
“Ada, online. Bisa dibaca oleh semua rakyat, Pak,”
“Oke saya ke sana saja. Saya beli itu coba ada enggak,”
“Ah boleh Pak, silakan,”
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ untuk memudahkan masyarakat mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19. Situs tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.
Oleh karena itu, Presiden menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengecek terlebih dahulu secara online.
“Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi dalam akun Instagram @jokowi. (act)
Load more