News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Analis Politik Bongkar Niat Baik Prabowo untuk Indonesia, Tak Disangka...

Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto berikan pembekalan ke calon-calon menterinya di kediamannya Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/10/2024).
Kamis, 17 Oktober 2024 - 15:33 WIB
Presiden Terpilih dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Sumber :
  • tim tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada calon-calon menterinya di kediamannya Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (16/10/2024).

Adapun jumlah calon menteri, calon wakil menteri serta calon pejabat lainnya sejauh ini yang telah dipanggil Prabowo berjumlah 49 tokoh pada Senin (14/10/2024) dan 59 tokoh pada Selasa (15/10/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Termasuk ada artis Raffi Ahmad, Gus Miftah hingga mantan istri Ahok yakni Veronica Tan yang diundang.

Analis Politik Pangi Syarwi menyebut kegiatan ini menarik karena Prabowo mengundang berbagai kalangan untuk memaparkan program kerjanya.

tvonenews

"Dari partai politik, NGO, aktvis, kemudian musisi ya atlet terus tokoh agama, mereka menjadi penting juga bagi Pak Prabowo untuk mendukung program-programnya," ucap Pangi kepada Tvone pada Kamis (17/10/2024).

Selain itu, tujuan Prabowo mengajak tokoh-tokoh dari berbagai kalangan untuk memberikan saran terhadap kemajuan Indonesia.

"Pak Prabowo nampaknya mencoba memberikan pesan tentang Indoensia meskipun beliau nampaknya ada mazhab politiknya oposisi," kata Pangi.

Sementara, Sekjen Partai Golkar yakni Sarmuji mengatakan bahwa kegiatan ini mencermikan Prabowo mengedepankan persatuan lantaran upaya menggabungkan beberapa hal yang berbeda.

"Banyak wajah baru teteapi juga banyak wajah lama, persatuan Indoensia tercermin dari masuknya berbagai elemen dalam kabinet beliau," ujar Sarmuji.

Selain itu, Prabowo juga tampak mengutamakan kompetensi dari para calon menteri agar dapat menunjang pemerintahannya nanti.

"Nama-nama yang bagus pada kabinet Jokowi bisa menopang kempemimpinan diambil, jadi mereka bisa menyeleksi betul nama-nama yang baik," kata Sarmuji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bagi Pak Prabowo tidak ada lgai kesempatan untuk belajar karena harus mencapai visi dan misi presdien, jadi penggabungan antara persatuan dan kompetensi yang dangat dibutuhkan," lanjutnya.

Kendati demikian, tokoh-tokoh yang dipanggil tersebut belum dipastikan bakal menjabat dalam kabinet selanjutnya. Keputusan akhir bagi para calon pejabat dalam kabinet itu akan ditentukan pada 19 Oktober 2024 sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.(syi/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral