News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Babak Baru Kasus Jessica, Otto Hasibuan Adu Bukti dengan Ayah Mirna

Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, adu bukti dengan ayah Mirna Salihin, Darmawan Salihin.
Jumat, 11 Oktober 2024 - 09:42 WIB
Babak Baru Kasus Jessica, Otto Adu Bukti dengan Ayah Mirna
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, adu bukti dengan ayah Mirna Salihin, Darmawan Salihin.

Otto mengungkapkan bahwa rekaman CCTV yang dijadikan bukti dalam sidang kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin diduga telah dimanipulasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini langsung mendapat tanggapan keras dari ayah Mirna, Darmawan Salihin.

"Lawyer koplak," ujar Darmawan saat dihubungi pada Kamis (10/10/2024).

Darmawan menilai bahwa apa yang disampaikan Otto hanya sebagai upaya pembelaan kliennya. 

tvonenews

Ia tetap meyakini bahwa Jessica adalah pelaku yang memasukkan sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna hingga merenggut nyawa anaknya.

"Kalau Mirna nggak minum kopi pas ketemu Jessica, dia nggak bakal mati, sehat-sehat aja," tegas Darmawan.

Lebih lanjut, Darmawan meyakini bahwa peran Jessica dalam pembunuhan tersebut sudah jelas terbukti. 

Ia optimistis bahwa Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh tim hukum Jessica akan ditolak.

"Pasti ditolak, kalau hukum di negara ini berjalan dengan benar," pungkas Darmawan.

- Otto Hadirkan Novum CCTV dalam PK

Otto Hasibuan, selaku kuasa hukum Jessica, telah resmi mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus pembunuhan Mirna Salihin. 

Otto mengklaim telah menyerahkan rekaman CCTV dari Kafe Olivier sebagai bukti baru atau novum.

"Alasan utama PK kami adalah adanya novum dan kekhilafan hakim. Novum yang kami ajukan adalah rekaman CCTV dalam bentuk flash disk yang berisi momen kejadian saat tuduhan pembunuhan Mirna terjadi di Olivier," jelas Otto kepada wartawan, Rabu (9/10).

Otto menyatakan tidak ada saksi yang melihat Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi. 

Ia menambahkan bahwa Jessica divonis 20 tahun penjara hanya berdasarkan petunjuk dari CCTV yang diputar di persidangan.

"Tidak ada saksi mata yang melihat Jessica memasukkan racun. Dasar hukumannya adalah rekaman CCTV dari Olivier. Kalau rekaman itu tidak ada, Jessica tidak akan dihukum," tambah Otto.

Otto juga mempertanyakan asal usul rekaman CCTV tersebut, mengingat ayah Mirna, Darmawan Salihin, disebut-sebut pernah memiliki rekaman CCTV yang berbeda.

"Dari informasi yang kami dapat, rekaman CCTV itu dimiliki oleh Darmawan Salihin, ayah Mirna," ujar Otto.

Ia mencurigai bahwa rekaman yang ditampilkan di pengadilan telah dimodifikasi, sehingga rangkaian peristiwa di CCTV tidak lagi utuh.

"Jika rekaman diambil secara tidak sah, maka kemungkinan besar ada bagian lain yang hilang. Kami yakin, rekaman ini sudah tidak lengkap," tambahnya.

Otto juga menyoroti bahwa kualitas resolusi CCTV yang ditampilkan di pengadilan sudah menurun, dari resolusi tinggi menjadi standar, sehingga gambarnya menjadi buram.

Selain itu, Otto kembali mempertanyakan absennya autopsi terhadap jenazah Mirna dan hasil pemeriksaan kandungan sianida dalam tubuh Mirna.

"Ketika Mirna dibawa ke rumah sakit, cairan lambungnya diperiksa 70 menit setelah meninggal, hasilnya negatif. Namun, tiga hari kemudian setelah formalin, ditemukan 0,2 miligram sianida," tegas Otto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jessica Wongso sebelumnya divonis 20 tahun penjara pada 2016 atas pembunuhan Mirna. 

Meski telah mengajukan banding, kasasi, dan PK, usahanya selalu gagal. Jessica akhirnya mendapat pembebasan bersyarat pada Agustus 2024. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral