News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasil Pertemuan Ketum PP Muhammadiyah dengan Prabowo Subianto, Abdul Mu'ti Akui Ada Omongan soal Susunan Kabinet

Abdul Mu’ti tak membantah bahwa pertemuan Ketum PP Muhammadiyah dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto membahas berbagai isu penting terkait susunan kabinet.
Selasa, 17 September 2024 - 08:45 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, membeberkan hasil pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Abdul Mu’ti menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan bentuk silaturahmi antara tokoh ormas Islam dengan presiden terpilih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mu’ti tak membantah bahwa pertemuan Ketum PP Muhammadiyah dan Presiden Terpilih tersebut membahas berbagai isu penting terkait masa depan bangsa. 

Salah satu yang menjadi sorotan adalah susunan kabinet mendatang. 

"Saya rasa pertemuan antara ketua umum saya, Pak Nishir, dengan Pak Prabowo, presiden terpilih, itu adalah pertemuan silaturahmi saja," kata Abdul Mu'ti di acara Kabar Petang di tvOne, dikutip Selasa (17/9/2024).

"Dalam pertemuan tersebut terjadi diskusi dan dialog tentang bagaimana masa depan bangsa dan juga tentang bagaimana susunan kabinet yang akan datang," tambahnya.

Meskipun begitu, Abdul Mu'ti tidak mengetahui secara detail tentang susunan kabinet.

Namun, dirinya menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam pemerintahan.

Menurutnya, selain partai politik yang sudah jelas akan berperan dalam kabinet, pemerintah Prabowo juga harus mempertimbangkan representasi dari kalangan masyarakat sipil.

"Saya rasa harus ada representasi dari golongan buruh, tani, nelayan, dan ormas-ormas keagamaan," ujar Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut, tokoh Muhammadiyah berusia 56 tahun itu menambahkan bahwa kehadiran elemen-elemen masyarakat sipil dalam kabinet dapat membantu mempererat hubungan antara rakyat dan presiden terpilih.

"Dengan begitu, kita harapkan ketegangan antara pemerintah dan rakyat bisa diminimalisir sehingga kita bisa fokus memajukan dan membangun bangsa serta negara kita," ungkap Mu’ti.

Pertemuan PP Muhmmadiyaha dengan Prabowo dianggap penting untuk memastikan pemerintahan mendatang dapat berjalan selaras dengan aspirasi rakyat dan berbagai elemen bangsa, sehingga visi memajukan Indonesia dapat tercapai dengan lebih inklusif. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral