News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ricuh! Demo di Semarang Makan Korban, Belasan Mahasiswa Masuk IGD Rumah Sakit Akibat Gas Air Mata

Demo menolak RUU Pilkada berjalan ricuh di Kota Semarang, Kamis (22/8/2024). Ribuan mahasiswa yang turun jalan terlibat kericuhan di gerbang Gedung DPRD Jateng.
Kamis, 22 Agustus 2024 - 20:34 WIB
Sejumlah peserta unjuk rasa di Semarang masuk rumah sakit
Sumber :
  • Teguh Joko Sutrisno/tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Demo menolak RUU Pilkada berjalan ricuh di Kota Semarang, Kamis (22/8/2024).

Ribuan mahasiswa yang turun jalan, pada ujungnya terlibat kericuhan di gerbang Gedung DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka nekat merobohkan gerbang besi kantor DPRD Jateng dan melempari aparat dengan botol dan bambu. 

Mahasiswa yang kecewa tidak bisa masuk ke halaman kanyor DPRD Jateng kemudian melampiaskanya dengan kata-kata pedas dan membakar ban.

Pengunjuk rasa berupaya menjebol barikade aparat dari Dalmas Polrestabes Semarang.

Aksi kemudian semakin anarkistis, sehingga ebuat aparat melakukan pembubaran dengan menyemprot water canon dan menembakkan gas air mata.

Asap pedas pun membuat peserta aksi bubar dan kocar kacir. Mereka coba menghindar dari asap gas air mata.

Tapi sejumlah mahasiswa yang tak sempat menghindar merasakan efek gas air mata. Mereka ada yang dibawa ke IGD RS Romania Semarang untuk mendapat perawatan.

Tercatat ada 11 mahasiswa dilarikan ke rumah sakit. Mereka harus menjalani perawatan medis akibat terkena gas air mata.

Kordinator lapangan, Natael Bremana, mengungkapkan peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit, mengalami sesak nafas karena tembakan gas air mata, serta ada yang terhimpit saat gerbang besi DPRD roboh.

"Ada yang terluka, dibawa ke rumah sakit, sesak nafas sampai terkilir,” kata Natael.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut data peserta aksi yang masuk RS Roemani:

1. Muchamad Fatah Akrom (23) Lpm dinamika sesak napas, pingsan,
2. ⁠Nabil abiyan (20) BEM FPIK Undip sesak napas pingsan
3. ⁠Tiza (19) BEM Undip sesak napas mata perih
4. ⁠Zahra (19) BEM Unnes sesak napas mata perih pingsan
5. ⁠Alzena (19) mahasiswa FH Undip sesak napas mata perih mual
6. ⁠Indraswari (18) mahasiswa UIN Walisongo sesk napas mata perih pingsan mual
7. ⁠Ela Faizah (23) Sema UIN Walisongo ketua korpri UIN Walisongo sesk napas mata perih
8. ⁠Nadya Calista (20) BEM Undip sesak napas mata perih pingsan mual
9. ⁠Hanif Muammar (21) Unnes sesak napas hampir pingsan kaki kena pagar bengkak
10. ⁠Najwa (20) mahasiswa UIN Walisongo, sesak napas bagian perut sakit
11. ⁠Dimas Afila (2021) BEM FH Undip,  kena tembak peluru gas air mata, dijahit hidungnya,
12. Imam Akbar (21) FH Undip, mata perih Teling pengang dan sesak napas

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral