News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemprov DKI Kerahkan 11 Bus Sekolah Untuk Percepatan Sebaran Vaksin

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 11 bus sekolah dalam rangka percepatan vaksin penangkal COVID-19 untuk anak dan dewasa.
Rabu, 12 Januari 2022 - 08:41 WIB
Prajurit TNI mengarahkan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 11 bus sekolah dalam rangka percepatan vaksin penangkal COVID-19 untuk anak dan dewasa. Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas) Dinas Perhubungan DKI, Ali Murthadho mengatakan 11 bus itu dikerahkan untuk mengantar tenaga kesehatan (nakes) ke lokasi vaksinasi.

"Jadi, fungsinya membawa tenaga kesehatan. Kan sistem jemput bola. Jadi, kita bawa nakes ke lokasi," kata Ali di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ali mengatakan ke-11 bus itu ditugaskan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pihak TNI. Berdasarkan jadwal tersebut, bus ditugaskan untuk mengantar dan menjemput para nakes ke setiap sentra vaksin di lima wilayah DKI Jakarta.

"Jadi, penggunaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan Kodam Jaya," jelasnya.

Setelah dipakai, Ali memastikan bus tersebut akan disterilkan dengan menyemprotkan disinfektan ke dalam kabin dan tempat duduk. Sopir yang bertugas pun juga akan menjalani tes kesehatan secara berkala guna memastikan tidak terpapar.

Hingga saat ini, bus-bus tersebut masih beroperasi dengan baik. "Sampai sekarang masih beroperasi. Kita upaya bisa beroperasi dengan maksimal," jelas Ali.

Sebelumnya, bus sekolah juga sempat dikerahkan untuk mengantar pasien COVID-19 di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat ke Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. Kita siapkan empat unit bus dengan empat pengemudi, yang siaga bila dibutuhkan, kata Ali.

Empat bus tersebut terdiri dari dua unit mini bus dengan kapasitas 17 orang dan dua unit medium bus dengan kapasitas 20 orang. "Bus itu akan datang menjemput sesuai dengan panggilan dari kelurahan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ali Murtadho, jika bus sudah mengantar pasien ke Wisma Atlet, maka bus segera disterilkan kembali dengan disinfektan. Sopir dan petugas dari Puskesmas sudah mulai mengantar warga Krukut yang positif sejak pekan lalu.

Hingga saat ini, empat bus tersebut masih disiagakan selama berlangsungnya proses pelacakan COVID-19 di Kelurahan Krukut. "Kita berharap upaya ini dapat membantu pihak kelurahan dalam mengevakuasi warganya yang positif," jelas Ali. (ant/ito)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT