News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengejutkan, Permintaan Eks Kapolda Jabar ke Polisi soal Kasus Vina: Awas Loh Ini

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan permintaan Eks Kapolda Jabar, Anton Charliyan kepada polisi Jabar, soal kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Rabu, 19 Juni 2024 - 13:41 WIB
Mengejutkan, Permintaan Eks Kapolda Jabar ke Polisi soal Kasus Vina: Awas Loh Ini
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan permintaan Eks Kapolda Jabar, Anton Charliyan kepada polisi Jabar, soal kasus pembunuhan Vina Cirebon

Di mana Anton Charliyan minta polisi waspada soal kasus Vina Cirebon. Bahkan katanya, akan berimbas pada hal ini jika terjadi salah tangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, kata dia, kasus pembunuhan Vina yang terjadi di Cirebon tahun 2016 silam kembali mencuat ke publik.

Selain itu, dia katakan, kasus pembunuhan Vina yang terjadi pada 8 tahun lalu masih dinilai penuh dengan kejanggalan.

Bahkan ditambah lagi, pihak kepolisian telah menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan Vina, dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Pegi Setiawan.

Namun, Pegi mengaku bahwa ia tidak pernah terlibat dalam kasus pembunuhan Vina yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016.

Selain itu, terdapat beberapa terpidana yang telah lebih dulu ditangkap terkait kasus Vina di Cirebon juga mengaku bahwa mereka tidak terlibat dalam pembunuhan tahun 2016 silam.

Mendengar hal itu, Anton Charliyan ikut memberikan komentar. 

"Kita tidak bisa menyimpulkan, polisi hanya menyajikan masakan saja, tentu saja kalau itu salah tangkap, itu hal yang sangat berpengaruh besar pada eksistensi kepolisian, sehingga di sini kita perlu hati-hati dan kita perlu mendengar suara masyarakat," beber Anton Charliyan seperti yang dikutip YouTube Kang Dedi Mulyadi, Selasa (18/6/2024). 

Eks Kapolda Jabar Anton Charliyan mengaku bahwa ia sempat menanyakan kepada pihak Polda Jabar saat penangkapan dugaan pelaku pembunuhan Vina di Cirebon.

Hal tersebut dilakukan Anton Charliyan untuk meyakinkan agar pihak kepolisian tidak salah tangkap terkait kasus Vina di Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertama kali juga saya tanyakan ke Polda Jabar, awas loh ini sudah jadi atensi publik, ini bahaya loh. Sudah yakin belum menangkap PS ini? Sudah benar belum dia itu tersangka," kata Anton.

Menurut Anton Charliyan, bahaya jika pihak polisi salah menangkap pelaku kasus Vina di Cirebon karena akan berpengaruh besar pada kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. (aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT