News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lansia Pelaku Pembunuhan Bocah Perempuan di Bekasi Sering Memberikan Uang Kepada Anak-Anak, Korban 4 Kali Terima Uang dari Pelaku

Pelaku pembunuhan bocah perempuan di Bantargebang, Bekasi ternyata sering memberikan uang kepada anak-anak yang bermain di sekitar rumahnya. Hal ini membuat..
Senin, 3 Juni 2024 - 12:27 WIB
Bocah berusia 9 Tahun berinisial GH ditemukan tewas terbungkus karung di dalam lubang sedalam 2,5 meter di Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Minggu (262024)
Sumber :
  • tvOnenews/M Supyan Limpong

Bekasi, tvOnenews.com - Lansia bernama Didik (61) pelaku pembunuhan bocah perempuan di dalam lubang di Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi ternyata sering memberikan uang kepada anak-anak.

Korban bahkan pernah menerima uang sebanyak empat kali dari pelaku sebelum akhirnya dibunuh dan dibuang ke dalam lubang dekat rumahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Endong (45) tetangga pelaku, sejumlah anak-anak sering dipanggil oleh pelaku ketika bermain di halaman belakang rumahnya. 

Anak-anak tersebut kemudian biasanya akan diberi uang oleh pelaku pembunuhan itu.

“Kalo ngajak (masuk ke rumah) enggak, tapi suka manggil-manggil anak-anak, kalo yang mau mungkin dikasih uang,” kata Endong kepada tvOnenews.com, Senin (3/6/2024).

Informasi yang diterima Endong dari orang tua korban, pelaku sudah memberikan uang kepada korban sebanyak 4 kali.

“Nominalnya nggak tau berapa, tapi yang jelas korban udah di kasih 4 kali,” ujarnya.

Orang tua bahkan sempat melarang korban untuk menerima uang dari pelaku.

“Curiganya di situ, dia korban sering di kasih duit sama pelaku, orang tuanya juga sempet marahin anaknya, ‘kalo dikasih duit sama orang lain jangan diambil’,” kata Endong meniru perkataan orang tua korban.

Endong menceritakan, dirinya bersama RT, Karang Taruna dan seorang rekannya sempat mendatangi pelaku untuk menanyakan korban pada Sabtu (1/6/2024) siang.

Pelaku justru menantang orang-orang yang datang ke rumahnya untuk menggeledah seluruh isi rumah.

“Pak Didik (pelaku) ini sudah dicurigain sama orang tua yang anaknya hilang. Saya masuk ke rumahnya, berempat, saya pak RT, ketua karang taruna, sama temen saya satu,” ujar Endong.

“Jawaban dia setelah itu silakan aja geledah, nah saya pertanyakan yang ada lubang itu. Gak puas sama jawabannya dia karena saya liat kejanggalan, ada lubang di dalam rumah,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah melihat seluruh isi rumah pelaku, Endong merasa ada yang janggal dengan dua lubang yang ada di rumah pelaku. 

Menurut pengakuan pelaku, lubang pertama yang ada di dalam rumah untuk septic tank, sedangkan lubang kedua yang berada di belakang rumah untuk pompa air.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral