News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPKP DKI Jakarta Tegaskan Tak Ada Hewan Kurban Terdeteksi Antraks

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati tegaskan tidak ada hewan kurban yang terdeteksi antraks dan PKM berdasarkan pemeriksaan 8.865 ekor hewan kurban.
Kamis, 30 Mei 2024 - 21:26 WIB
Arsip foto - Dokter hewan (kiri) memeriksa kesehatan mulut sapi kurban di tempat penampungan hewan kurban kawasan Kuningan, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati menegaskan tidak ada hewan kurban yang terdeteksi antraks dan penyakit kuku-mulut (PKM) berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap  8.865 ekor hewan kurban.

"Per hari ini kami sudah memeriksa di 96 lokasi penampungan hewan ternak," kata Suharini Eliawati di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Tim KPKP telah memeriksa sebanyak 8.86& ekor hewan kurban baik sapi, kerbau, domba maupun kambing.

"Hasil pemeriksaan kami hanya menemukan enam ekor hewan kurban stres perjalanan dan sudah diobati petugas lapangan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Selain itu, dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hewan yang dijual untuk kurban pada Idul Adha 1445 Hijriah telah memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam.

Masyarakat yang akan membeli hewan kurban diimbau agar dicek terlebih dahulu, apakah hewan tersebut telah memenuhi syarat atau tidak, yang jelas petugas sudah memberikan label hewan yang telah diperiksa dan memenuhi persyaratan.

"Saya imbau kepada masyarakat untuk memperhatikan hewan kurban agar sesuai dengan syariat Islam. Yang kedua apa yang bisa kita lakukan dari kasat mata, seperti dari tubuhnya, warna bulu, dan tidak ada lendir atau ingus. Dan yang paling terpenting kita sebagai konsumen mau bertanya kepada pedagang bagaimana tentang surat kesehatannya," katanya.

Eli menambahkan pada Idul Adha DKI Jakarta rata-rata membutuhkan hewan kurban sebanyak 60 ribu lebih yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Semua hewan kurban didatangkan dari sejumlah daerah dan yang terbanyak dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian dari Provinsi Lampung.

"Jadi lima tahun berjalan itu kurang lebih Jakarta membutuhkan 60 ribu sekian. Kalau pun ada kenaikan dan penurunan paling tidak lebih dari 2 persen," tuturnya.(ant/lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral