News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perankan Karakter Egi di Film Vina: Sebelum 7 Hari, Fahad Haydra Beri Pesan ke Egi: Lo Cemen Bro

Pemeran karakter Egi di Film Vina: Sebelum 7 Hari, Fahad Haydra ungkapkan kekesalannya terhadap Egi yang sampai saat ini belum juga ditangkap pihak kepolisian
Rabu, 15 Mei 2024 - 12:10 WIB
Pemeran Karakter Egi di Film Vina: Sebelum 7 Hari
Sumber :
  • Instagram @vinasebelum7hari.movie

Jakarta, tvOnenews.com - Pemeran karakter Egi di Film Vina: Sebelum 7 Hari, Fahad Haydra mengungkapkan kekesalannya terhadap Egi yang sampai saat ini belum juga ditangkap pihak kepolisian.

"Buat Egi, lo cemen bro. Kalau misalkan lo emang laki, setelah film ini tayang kalo berani lo muncul," ujar Fahad Haydra pemeran karakter Egi dikutip Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Didapuk menjadi pemeran pelaku, Fahad sendiri mengaku sudah mendengar cerita tentang Vina sejak lama.

"Aku sudah tahu cerita dari jaman aku SMA dan sempat ramai di sekolah. Tiba-tiba beberapa tahun setelahnya ini dibuat film dan aku yg memerankan Egi, ini orang yang buat aku kesel waktu SMA," ceritanya.

Fahad sendiri meminta agar penonton membenci dirinya. Hal itu lantaran perannya yang sebagai seorang pelaku pembunuhan.

"Sebenarnya kalau misalkan berhasil, orang akan benci aku. Jadi itu aku berhasil memerankan karakter Egi sendiri," ungkapnya.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina 2016 silam di Cirebon, Jawa Barat kembali mencuat dan ramai di media sosial setelah diangkat ke layar lebar berjudul Vina: Sebelum 7 Hari.

Dari total 11 tersangka, 8 tersangka sudah ditangkap hingga vonis dan ditahan. Sementara itu masih ada 3 tersangka lainnya yang hingga saat ini masih berstatus buron.

Keluarga Vina berharap akan keadilan berpihak kepada mereka. Pasalnya mereka mengaku sedikit tak percaya akan hukum yang ada di indonesia.

Keluarga dari Vina merasa ada hal yang janggal atas apa yang dialami oleh mereka dari kasus Vina yang hingga kini belum juga rampung menangkap tersangka lain.

Setelah difilmkan, Marliyana mengaku tak menyangka kisah Vina akan seviral sekarang dan mendapatkan dukungan dari banyak orang.

Meskipun demikian, ia mengaku bersyukur berkat film tersebut viral membuat kasus Vina kembali diusut.

"Polda bergerak, dulukan hanya keluarga yang tanya, sendiri," katanya ke tim tvOnenews pada Rabu (15/5/2024).

Di tengah viralnya film Vina, pihak keluarga mengaku mengalami kejadian yang tak terduga.

"Dulu engga ada ancaman, kemarin pas suting ada orang datang peringatan. 'Kenapa dibikin film, gpp kan keluarga saya punya hak'. Gpp saya terima risikonya kan keluarga setuju," ungkap Marliyana.

Marliyana juga meyinggung soal pelaku utama pembunuhan dan pemerkosaan Vina yang belum ditangkap.

"Engga ada info muka pelaku kaya gimana, cuma nama dan umur. Engga tau kemana. Saya tanya gimana perkembangan, belum ada, sabar. Kalo curiga ada, cuma saya percaya sama hukum walaupun ngejanggal," jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga berharap Polda Jawa barat dapat segera menangkap tiga pelaku utama yang membunuh Vina.

"Penjahat kelas kakap aja ada beritanya, ini sih enggak ada. Harapannya cepet ketangkap. Saya minta kepada polisi jangan sampai film, nanti film redup engga lagi. Masih percaya hukum? Sedikit. Ada keraguan. Cukup panjang perjuangan keadilan," jelasnya.

Diketahui, saat meninggal Vina masik duduk di kelas 2 SMK. Vina ditemukan tewas bersama kekasihnya, Eky. 

Vina dan Eky awalnya dilaporkan kecelakaan tunggal, namun setelah penyelidikan lebih lanjut ternyata korban pembunuhan oleh geng motor. Kasus ini pun kemudian dilimpahkan Polda Jawa Barat dari Polres Cirebon Kota.

Diberitakan sebelumnya, Film Vina: Sebelum 7 Hari sudah tayang di bioskop sejak 8 Mei 2024. Film ini menceritakan sosok Vina. Vina merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor pada tahun 2016 silam.  

Film yang diangkat dari kisah nyata itu sekitar 85 persennya terdapat kesamaan dengan apa yang terjadi sesungguhnya.  

Vina dan kekasihnya Muhammad Rizky Rudiana atau Eky—menjadi korban kesadisan geng motor yang terjadi di Kabupaten Cirebon tahun 2016 silam.

Kasus yang dialami mereka Vina dan Eky awalnya dikira tewas karena kecelakaan lalu lintas. 

Namun, ternyata mereka tewas akibat dianiaya dan dikeroyok segerombolan remaja atau geng motor di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

 Polresta Cirebon pun melakukan penyelidikan dan korban dinyatakan sebagai korban pembunuhan. Kasus yang dialami Vina dan Eky ini pun kini diangkat menjadi film bergenre horor yang tayang bioskop. 

Marliayana (33), kakak kandung Vina, mengatakan dengan adanya Film Vina: Sebelum 7 Hari pihak keluarga berharap kasus tersebut kembali dibuka dan tiga orang yang masih buron tertangkap.

"Ya kami (keluarga) berharap dapat menggugah pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus yang dialami adik saya ini,” ungkapnya, Selasa (14/5/2024). 

Marliayana menyebutkan isi cerita film tersebut 85 persen sesuai dengan peristiwa yang dialami Vina dan Eky.

“Dari sebelum ada film ini keluarga juga mempertanyakan soal ketiga pelaku yang masih buron. Dan kami juga berharap Egy (pelaku utama) dan dua pelaku lainnya ditangkap,” harapnya.

"Yang saya ingat pelakunya cuma si Egy. Kalau dua orang lainnya itu saya lupa namanya. Jadi Eky ini pacarnya Vina dan Egy suka sama Vina. Kemungkinan Egy cemburu lalu merencanakan membunuh Vina dan Eky. Ya si Egy dalam semua kejadian itu," sebutnya. 

Marliayana mengaku keluarganya didatangi seorang pria yang meminta agar tidak membuka kembali kasus tersebut.

"Sebelum ada film ini situasinya biasa saja. Tapi begitu kisah tragis adik saya ini difilmkan, ada seorang pria mendatangi keluarga kami minta agar kasusnya jangan kembali dibuka," akunya. 

Ditambahkan dia, Vina merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan dari Sukaesih dan Wasnadi Otong.

"Sebenarnya nama aslinya sih Vina. Tapi adik saya minta namanya ditambahin jadi Vina Dewi Arsita. Saat peristiwa terjadi ibu Vina bekerja di Malaysia," ucapnya.

Perlu diketahui, Polresta Cirebon menangkap 8 orang pelaku kasus pemerkosaan sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan karena teman-teman korban yang merupakan mantan kelompok XTC melaporkan kepada pihak kepolisian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti.

Kedua korban tewas akibat dibunuh oleh sekelompok geng motor Moonraker. Para tersangka tertangkap di Jalan Perjuangan (Majasem), Kampung Situgangga, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. (esn/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
Erick Thohir Buka Suara! Banyak Kompetisi Jadi Kunci Lahirkan Bintang Timnas Indonesia

Erick Thohir Buka Suara! Banyak Kompetisi Jadi Kunci Lahirkan Bintang Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pentingnya memperbanyak kompetisi sepak bola di Tanah Air guna meningkatkan kualitas pemain lokal.
Polisi Turun Tangan Soal Aksi Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang

Polisi Turun Tangan Soal Aksi Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang

Polsek Tanah Abang melakukan penyelidikan terkait viralnya aksi pemalakan yang dilakukan terhadap sopi bajaj di kawasan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapolsek
Usai Dinonaktifkan Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Jadi Sorotan, Segini Penghasilannya!

Usai Dinonaktifkan Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Jadi Sorotan, Segini Penghasilannya!

Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta jadi sorotan usai dinonaktifkan Dedi Mulyadi. Ternyata total penghasilan bisa mencapai puluhan juta termasuk tunjangan.
Setelah Hujan Reda, Bacalah Doa Pendek Berikut Agar Diberikan Rahmat dan Berkah dari Allah SWT

Setelah Hujan Reda, Bacalah Doa Pendek Berikut Agar Diberikan Rahmat dan Berkah dari Allah SWT

Hujan pada musim tak menentu membawa kesejukan dan rahmat. Simak hikmah serta doa yang dianjurkan setelah hujan reda agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT
Debut Mimpi Buruk De Zerbi! Tottenham Hotspur Tumbang, Makin Tenggelam di Zona Degradasi

Debut Mimpi Buruk De Zerbi! Tottenham Hotspur Tumbang, Makin Tenggelam di Zona Degradasi

Debut Roberto De Zerbi sebagai pelatih Tottenham Hotspur berakhir mengecewakan setelah timnya kalah 0-1 dari Sunderland pada laga yang digelar di Stadium of Light, Minggu (12/4/2026) malam WIB.

Trending

Polisi Turun Tangan Soal Aksi Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang

Polisi Turun Tangan Soal Aksi Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang

Polsek Tanah Abang melakukan penyelidikan terkait viralnya aksi pemalakan yang dilakukan terhadap sopi bajaj di kawasan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapolsek
Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
Erick Thohir Buka Suara! Banyak Kompetisi Jadi Kunci Lahirkan Bintang Timnas Indonesia

Erick Thohir Buka Suara! Banyak Kompetisi Jadi Kunci Lahirkan Bintang Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pentingnya memperbanyak kompetisi sepak bola di Tanah Air guna meningkatkan kualitas pemain lokal.
Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades tak terima pungli di sekitar Jembatan Cirahong dihapuskan karena berdampak pada relawan yang bertugas. Begini kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Ida Hamidah, nama yang kini menjadi perbincangan warga Jabar, khususnya di Kota Bandung. Pasalnya, ia sebagai Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung yang
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro siap balas dendam demi bisa lolos ke babak grand final.
Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri: Jakarta Pertamina Enduro Tertahan, Megawati Hangestri Cs Gagal Langsung Lolos ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri: Jakarta Pertamina Enduro Tertahan, Megawati Hangestri Cs Gagal Langsung Lolos ke Grand Final

Klasemen Final Four Proliga 2026 setelah pertandingan penutup seri Solo antara Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri melawan Jakarta Electric PLN.
Selengkapnya

Viral