Terungkap, Cerita Sebenarnya soal Mbah Trimo Wakaf 12 SPBU dan Masjid: Itu Tidak Benar!
Belakangan ini mencuat soal kabar Mbah Trimo wakaf 12 SPBU dan masjid. Namun, kabar itu dibantahnya dan dijelaskannya secara detail soal cerita sebenarnya.
Terungkap, Cerita Sebenarnya soal Mbah Trimo Wakaf 12 SPBU dan Masjid: Itu Tidak Benar!
Sumber :
tim tvOne - Aries batara
Tulungagung, tvOnenews.com - Ramai diperbincangkan publik hingga viral di media massa, soal kabar Mbah Trimo mewakafkan 12 SPBU dan masjid untuk Muhammadiyah.
Ternyata, kabar tersebut tidak benar adanya. Hal itu diungkapkan sang milyarder, H. Sutrimo atau kerap disapa Mbah Trimo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mbah Trimo yang merupakan kakek berusia 72 tahun itu, membantah telah mewakafkan 12 SPBU miliknya ke Muhammadiyah.
Bahkan, dia membantah terkait cek senilai Rp10 Miliar yang diwakafkannya.
Ia menyebutkan, bahwa informasi yang selama ini beredar melalui media sosial terkait wakaf 12 SPBU dan Masjid ke Muhammadiyah tidaklah benar.
"Bahwa pihaknya hanya membantu proses pembangunan Masjid Al Fattah milik Muhammadiyah," lanjut Mbah Trimo jelaskan pada saat ditemui di areal masjid Al Fattah.
Selain itu, ia juga jelaskan, memang dirinya memiliki total 12 SPBU. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya SPBU mini.
Terungkap, Cerita Sebenarnya soal Mbah Trimo Wakaf 12 SPBU dan Masjid
Katanya, selama ini dirinya hanya menyerahkan uang zakat dari pengelolaan SPBU tersebut untuk keperluan kegiatan di Masjid Al Fattah.
"Jadi tidak benar itu saya mewakafkan 12 SPBU, hanya sebagian keuntungan dari SPBU tersebut digunakan untuk keperluan masjid, zakat saya itu," ujarnya, Selasa (14/05/2024).
Mbah Trimo menambahkan, jika 12 SPBU diwakafkan, dirinya khawatir justru akan menjadi beban tersendiri, karena mengelolah SPBU juga tidak mudah.
Kemudian saat disinggung Wakaf masjid, ia menerangkan, saat proses pembangunan Masjid Al Fattah, pihaknya menyanggupi untuk membantu sebesar Rp10 Miliar.
Hal itu juga kata dia, diutarakan di hadapan jemaah. Namun, ia tidak menyerahkan dalam bentuk uang tunai maupuk cek.
Melainkan, memberikan bantuan tersebut berupa kebutuhan bangunan seperti semen, besi, pasir dan lainnya.
"Tidak ada cek itu, saya tidak pernah mengeluarkan cek," tuturnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemilik pabrik kacang sanghai ini menegaskan informasi yang beredar di media sosial tidaklah benar.
Menurutnya, informasi yang benar adalah Mbah Trimo merupakan marbot Masjid Al Fattah. Sehari-hari Mbah Trimo tinggal di lingkungan masjid tersebut. (asn/aag)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Load more