ADVERTISEMENT

LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Polemik Mahalnya UKT Berujung Pembungkaman Demokrasi! Pengamat: Mengapa Harus Mahal?
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

Polemik Mahalnya Biaya UKT Berujung Pembungkaman Demokrasi! Pengamat: Mengapa Harus Mahal?

Polemik mahalnya biaya UKT hingga IPI menjadi perbincangan yang alot, hingga berujung pembungkaman demokrasi di Indonesia. Tak lain karena perbuatan rektor.
Minggu, 12 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik mahalnya biaya uang kuliah tunggal (UKT) berujung pembungkaman demokrasi

Pasalnya, seorang mahasiswa hampir dipenjarakan Rektor karena mengkritik mahalnya baiaya UKT.

Sekilas mengingat insiden di Universitas Riau (Unri). Di mana Rektor Unri Sri Indati polisikan mahasiswanya yang membuat konten video kritikan soal mahalnya biaya UKT. 

Mahasiswa yang dilaporkan itu bernama Khariq Anhar, seorang mahsiswa Fakultas Pertanian Unri. 

Ironinya, ia buat konten kritikan itu tak sendiri, melainkan empat orang. Namun, hanya ia seorang diri yang dilaporkan ke polisi terkait ITE.

Baca Juga

Memang polemik mahalnya biaya UKT ini tak hanya bergulir di satu kampus saja, melainkan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Bahkan menjadi perbincangan berbagai tokoh hingga menuai komentar dari berbagai pengamat kebijakan Pendidikan.

Satu di antaranya, Pengamat kebijakan pendidikan, Prof Cecep Darmawan. Ia mengungkapkan, bahwa enerapan iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang pangkal untuk mahasiswa jalur mandiri adalah sebuah dilema bagi perguruan tinggi negeri (PTN).

Selain itu, ia menilai, perguruan tinggi tentu tidak mau membebankan biaya mahal kepada mahasiswanya.

"Perguruan tinggi kalau ditanya, sebenarnya tidak mau juga biaya mahal-mahal kepada mahasiswa. Saya yakin perguruan tinggi tidak mau mahal," ungkapnya seperti yang dikutip dari media massa, Minggu (10/5/2024).

Akan tetapi, ia juga menyebutkan, pada kenyataannya pemerintah saat ini sebagai sumber dana primer PTN malah memberikan sumber dana yang terbatas.

Oleh karena itu, katanya, mau tidak mau perlu pemasukan lain untuk menunjang pengembangan PTN, satu di antaranya dari IPI.

"Kalaupun ada (IPI) untuk kelas mandiri menurut saya itu harusnya seringan mungkin, jangan terlalu jomplang," beber Cecep.


Ilustrasi Mahasiswa Unjuk Rasa soal Biaya UKT 

Di samping itu, ia akui, bahwa dirinya kurang sepakat, bila adanya jalur mandiri yang disertai pungutan uang pangkal dengan jumlah fantastis.

Sebab, ia menilai, bagaimanapun menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri harus jauh lebih terjangkau dibanding berkuliah di kampus yang dikelola swasta.

"PTN bagaimanapun harus jauh lebih murah daripada kuliah di perguruan tinggi swasta, karena kan bangunan dari pemerintah, tanah dari pemerintah, kenapa harus mahal?" ucapnya.

Menyikapi hal ini, ia pun berharap, perguruan tinggi negeri di Tanah Air kembali seperti dulu, tergolong murah dan lebih terjangkau.

Kehadiran seleksi mandiri juga memunculkan anggapan seakan-akan pendidikan memiliki kasta atau golongan berdasarkan tingkat ekonomi mahasiswa.

Sebab, untuk bisa menjadi mahasiswa di PTN melalui seleksi mandiri, setidaknya harus memiliki sejumlah uang dan menyatakan kesediaan membayar biaya.

"Yang berduit tebal bisa ikut jalur mandiri, persaingannya tidak terlalu ketat, begitu faktanya. Mereka mampu membayar. Tapi kalau kelompok menengah ke bawah saya yakin mereka enggak bisa masuk ke kelompok itu," pungkasnya. (aag)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Suksesor Megawati Hangestri Diprediksi Sukses Besar di Liga Voli Korea Musim Depan, Atlet Indonesia Laku Keras di Kuota Asia Setelah Iran dan China Mundur

Suksesor Megawati Hangestri Diprediksi Sukses Besar di Liga Voli Korea Musim Depan, Atlet Indonesia Laku Keras di Kuota Asia Setelah Iran dan China Mundur

Bak membuka jalan untuk para atlet Indonesia, Megawati Hangestri membawa harum Merah Putih di Liga Voli Korea. 
Singgung Nasib Sial, Ternyata Ini Penyesalan Terbesar Maarten Paes saat Timnas Indonesia Menang Lawan Bahrain

Singgung Nasib Sial, Ternyata Ini Penyesalan Terbesar Maarten Paes saat Timnas Indonesia Menang Lawan Bahrain

Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes mengungkap penyesalan terbesarnya saat skuad Garuda mampu menang lawan Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Istana Mendadak Khawatir Penyebaran Informasi di Tengah Momen Hangat Lebaran 2025

Istana Mendadak Khawatir Penyebaran Informasi di Tengah Momen Hangat Lebaran 2025

Lebaran menjadi momen penuh kebahagiaan, ajang berkumpul dengan keluarga, serta bertukar cerita.
Satu Korban Longsor di Jalur Mojokerto-Batu Ditemukan

Satu Korban Longsor di Jalur Mojokerto-Batu Ditemukan

Salah satu korban longsor yang terjadi di wilayah kawasan hutan Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Pacet, Mojokerto, berhasil ditemukan dan dievakuasi. 
H+3 Lebaran, Jalur Wisata Telaga Sarangan, Magetan, Padat Merayap hingga 4 Km

H+3 Lebaran, Jalur Wisata Telaga Sarangan, Magetan, Padat Merayap hingga 4 Km

Memasuki H+3 lebaran, jalur wisata Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis (3/4) padat merayap.
Thom Haye Kagum sama Pemain Muslim Timnas Indonesia ini, Sosok yang Gigih dan Contoh Terbaik

Thom Haye Kagum sama Pemain Muslim Timnas Indonesia ini, Sosok yang Gigih dan Contoh Terbaik

Menurut Thom Haye, pemain ini sangatlah baik untuk dicontoh para pemain muda lainnya. Siapkah dia?

Trending

Analis Lihat Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif

Analis Lihat Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif

Ramainya pusat-pusat hiburan selama libur Lebaran 2025, seperti Taman Margasatwa hingga pantai-pantai di berbagai daerah membuka peluang ekonomi domestik mengalami perkembangan yang progresif.
Viral di Media Sosial, Warga Dibuat Heboh Aksi Pria di Indramayu yang Mudik Lebaran Gunakan Paralayang

Viral di Media Sosial, Warga Dibuat Heboh Aksi Pria di Indramayu yang Mudik Lebaran Gunakan Paralayang

Viral di media sosial sebuah video berdurasi sekira 15 detik yang merekam detik-detik aksi atlet paralayang hingga membuat heboh warga Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Maarten Paes Jujur soal Gaya Kepelatihan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Bisa Kalah dari Australia Gegara Ini

Maarten Paes Jujur soal Gaya Kepelatihan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Bisa Kalah dari Australia Gegara Ini

Pemain Timnas Indonesia Maarten Paes akhirnya buka suara soal alasan skuad Garuda kalah telak lawan Australia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Masa Lalu Bandar Judi, Ustaz Dennis Lim Ingatkan Bahaya dan Ungkap Boroknya

Masa Lalu Bandar Judi, Ustaz Dennis Lim Ingatkan Bahaya dan Ungkap Boroknya

Dibalik sosok Ustaz Dennis Lim yang religius, ia memiliki kisah yang menarik untuk diketahui.
Thom Haye Kagum sama Pemain Muslim Timnas Indonesia ini, Sosok yang Gigih dan Contoh Terbaik

Thom Haye Kagum sama Pemain Muslim Timnas Indonesia ini, Sosok yang Gigih dan Contoh Terbaik

Menurut Thom Haye, pemain ini sangatlah baik untuk dicontoh para pemain muda lainnya. Siapkah dia?
H+3 Lebaran, Jalur Wisata Telaga Sarangan, Magetan, Padat Merayap hingga 4 Km

H+3 Lebaran, Jalur Wisata Telaga Sarangan, Magetan, Padat Merayap hingga 4 Km

Memasuki H+3 lebaran, jalur wisata Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis (3/4) padat merayap.
Satu Korban Longsor di Jalur Mojokerto-Batu Ditemukan

Satu Korban Longsor di Jalur Mojokerto-Batu Ditemukan

Salah satu korban longsor yang terjadi di wilayah kawasan hutan Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Pacet, Mojokerto, berhasil ditemukan dan dievakuasi. 
Selengkapnya

Viral