News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hari Pertama Masuk, Banjir Genangi Sekolah, Siswa Terpaksa Diliburkan

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, membuat aktivitas belajar mengajar di SDN Sidomulyo, Kecamatan Deket, terganggu. Para siswa yang rencananya hari ini Senin (3/1/2022) dijadwalkan kembali masuk usai liburan tengah semester dan tahun baru, terpaksa harus libur, lantaran sejumlah ruang kelas masih tergenang banjir.
Senin, 3 Januari 2022 - 16:15 WIB
banjir genangi sekolah, siswa diliburkan
Sumber :
  • tim tvone - mahrus

Lamongan, Jawa Timur - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, membuat aktivitas belajar mengajar di SDN Sidomulyo, Kecamatan Deket, terganggu. Para siswa yang rencananya hari ini Senin (3/1/2022) dijadwalkan kembali masuk usai liburan tengah semester dan tahun baru, terpaksa harus libur, lantaran sejumlah ruang kelas masih tergenang banjir.

Menurut Anindita Bela, salah seorang guru SDN Sidomulyo mengatakan, banjir terjadi selama dua pekan terakhir, membuat pihak sekolah terpaksa meliburkan muridnya. Meski aktivitas belajar mengajar diliburkan, namun para siswa masih tetap diberikan pembelajaran daring atau online oleh pihak sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terpaksa kita liburkan karena sekolahnya masih tergenang air. Rencananya hari ini memang sudah masuk pembelajaran tatap muka, tapi karena banjir jadi kita liburkan," ujar Bela.

Bela mengatakan, banjir yang terjadi di SDN Sidomulyo, Kecamatan Deket tersebut sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Ketinggian banjir yang menggenangi lima ruang kelas dan ruang guru bervariasi, mulai dari 20 sampai 30 cm. Banjir tak hanya terjadi pada tahun ini saja, di tahun sebelumnya juga terendam banjir.

"Kita semua pasti berharap, agar bencana banjir ini segera berlalu dan aktivitas belajar mengajar di sekolah ini bisa kita mulai kembali," ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi di SDN Gempol Pendowo, Kecamatan Glagah. Pihak sekolah mengaku pasrah sambil berdoa agar banjir cepat surut dan kegiatan belajar mengajar bisa dimulai kembali. Menurut Kepsek SDN Gempol Pendowo, Nurul Faizah, pihak sekolah tidak berani menggelar kegiatan belajar tatap muka karena ketinggian air masih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sangat berisiko jika kita paksakan masuk belajar tatap muka, ya kita nunggu saja mas sampai banjir ini cepat surut," pungkasnya. (Moh Mahrus/hen)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT