Batanghari, tvOnenews.com - Sebanyak enam unit alat tambang emas ilegal (Peti) dibakar massa di Dusun Pematang Lalang, Desa Pasar Terusan, Muara Bulian, Batanghari, Jambi.
Menurut Sekdes Pasar Terusan As'at, dirinya mengatakan bahwa sebelum dilakukan pengerusakan ini, pemerintah desa dan warga sekitar sudah berulang kali mengingatkan agar para pekerja tidak lagi melakukan aktivitas penambangan.
"Ternyata datang lagi hari ini, bahkan mereka membawa alat atau mesin-mesin penambangan dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Dan massa tidak dapat dibentung dan terjadilah pembakaran seperti ini," kata As'at, senin (15/4/2024).
Pekerja tambang kocar-kacir terjun ke sungai saat massa datang di Batanghari, Jambi, Senin (15/4/2024). (tvOnenews.com/Tarmizi)
Aktivitas penambangan emas yang bersifat ilegal ini juga sudah menyebar ke bagian area perkebunan warga.
Bahkan juga sudah masuk ke area pemakaman umum warga. Dan menurut keterangan masyarakat sebagian kuburan sudah ada yang terjun ke sungai akibat Peti ini.
"Jadi kami di sini merasa sangat resah dan meresahkan sehingga aktivitas Peti ini sudah merusak lingkungan yang membahayakan ke depannya," jelasnya.
Dikatakannya juga bahwa aktivitas Peti ini sudah berlangsung sekitar lima sampai Enam tahunan.
Para pemilik Peti pun sudah beberapa kali dilakukan mediasi untuk tidak melakukan aktivitas pemandangan.
"Aktivitas ini sudah bertahun-tahun, tapi kita selalu lakukan mediasi dan mereka (pemilik peti) mau mentaati aturan kita, namun beberapa hari kedepannya setelah mediasi, mereka bekerja lagi dan terpaksa hari ini kita lakukan tindakan pembakaran," tegasnya.
Sementra, pantauan tvOnenews.com di lokasi penambangan, tampak puluhan pekerja kocar-kacir melarikan diri dari warga.
Warga yang geram langsung merusak sejumlah peralatan tambang dengan cara dibakar. (tar/hap)
Load more