News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Ribu Pengungsi Terdampak Gempa Kepulauan Selayar Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

Data terbaru pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, sebanyak 18.000 jiwa terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,4 di 2 kecamatan terluar di Selayar.
Rabu, 22 Desember 2021 - 15:30 WIB
6.505 jiwa pengungsi berada lokasi pengungsian yang tersebar di perbukitan Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu dan Pulau Kalao Toa, Kecamatan Pasilambena.
Sumber :
  • Tim Tvone-Arsil

Kepulauan Selayar, Sulsel - Data terbaru pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sebanyak 18.000 jiwa terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,4 di 2 kecamatan terluar di Kepulauan Selayar, yakni Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena. Sementara yang masih berada di lokasi pengungsian di 2 kecamatan kepulauan tersebut hingga hari ke 8 pasca gempa sebanyak 6.505 jiwa.

"Pengungsi ini berada lokasi pengungsian yang tersebar diperbukitan Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu dan Pulau Kalao Toa, Kecamatan Pasilambena dan telah dihimbau untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun karena masih trauma, mereka masih bertahan disana," jelas Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali, Rabu (22/12/2021) di Media Centre, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Darurat Bencana Gempa (PDBG) Selayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, korban luka-luka pada saat gempa terjadi ada 99 orang dan telah mendapat perawatan sementara untuk korban jiwa sebanyak 1 orang. Kendati menurut Bupati, korban jiwa ini tidak meninggal saat terjadi gempa, namun beberapa hari setelah mengungsi dan memang memiliki penyakit bawaan.

"Untuk korban jiwa saat terjadi gempa tersebut, alhamdulillah tidak ada. Tapi setelah tiga hari pasca gempa ada satu orang korban gempa di pulau Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena yang meninggal dunia, dikarenakan usia dan memiliki riwayat penyakit bawaan," ucap Muh. Basli Ali.

Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali juga menerangkan terkait total keseluruhan rumah yang mengalami kerusakan dan telah terdata oleh tim Satgas sejumlah 471 rumah. Diantaranya, 205 rumah rusak berat, 172 rumah rusak sedang dan 94 rumah rusak ringan.

"Adapun total kerugian masih dalam proses penghitungan tim Satgas, dikarenakan untuk saat ini masih fokus dengan penyaluran logistik untuk para korban yang masih berada ditempat pengungsian," ujar Basli Ali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini Satgas PDBG Selayar terdiri dari TNI dan Polri dibantu relawan masih berupaya memberi edukasi kepada pengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara kepada anak-anak diberi edukasi trauma dan yang paling prioritas saat ini adalah distribusi bantuan kebutuhan dasar ke lokasi lokasi terdampak.

"Memang ada sejumlah kendala dalam distribusi bantuan, misalnya cuaca yang saat ini cukup tidak bersahabat di perairan laut Selayar, sehingga kapal-kapal yang dikerahkan terhambat cuaca, kemudian kita sudah kerahkan helicopter yang merupakan bantuan dari BNPB, untuk mempercepat distribusi melalui udara," jelas Basli Ali.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral