News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wabup Garut Cek Lokasi Puskesmas yang Roboh Karena Beton Menggunakan Kayu

Wabup Garut Helmi Budiman bersama jajaran Dinkes Kab Garut, meninjau langsung kondisi bangunan Puskesmas Mekarmukti yang roboh.
Selasa, 21 Desember 2021 - 21:58 WIB
Wabup Garut Cek Lokasi Puskesmas yang Roboh Karena Beton Menggunakan Kayu
Sumber :
  • antara

Garut, Jawa Barat - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Garut meninjau langsung kondisi bangunan Puskesmas Mekarmukti yang roboh, untuk mencari tahu ada atau tidaknya kelalaian manusia dalam pelaksanaan pembangunan itu. "Apakah di situ ada kelalaian orang atau apa, nanti kita lihat," kata Helmi Budiman saat meninjau kondisi bangunan Puskesmas Mekarmukti yang roboh, Selasa (21/12).

Ia menuturkan pihaknya merespon langsung setelah mendapatkan informasi adanya bangunan Puskesmas Mekarmukti yang roboh, karena tertimpa tembok penahan tanah tebing yang longsor di daerah itu, Jumat (17/12). Peristiwa bangunan roboh itu, kata dia, sempat ramai di media sosial maupun pemberitaan media massa membuat pihaknya ingin mengetahui langsung kondisi di lapangan, terlebih adanya tembok beton yang tidak menggunakan besi melainkan bambu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Helmi menyampaikan tiang penyangga yang roboh tersebut merupakan tiang tambahan terbuat dari bambu, dan digunakan untuk menguatkan antar jendela di bangunan Puskesmas Mekarmukti. "Ini kalau dicocokkan dengan perencanaan, memang tiang-tiangnya itu, itu hanya satu, dua, tiga, empat, ya, nah tiang-tiang yang empat ini saya lihat ada besinya, nah (selain 4 tiang) ada tiang tambahan," kata Helmi.

Ia menegaskan robohnya bangunan Puskesmas Mekarmukti itu harus diketahui dengan jelas penyebabnya sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi sebenarnya. Helmi menyampaikan Pemerintah Kabupaten Garut segera memperbaiki kondisi bangunan puskesmas yang roboh itu agar pelayanan kesehatan kembali normal. Pemerintah daerah, kata dia, memberikan perhatian lebih dalam peristiwa robohnya puskesmas itu, apalagi tempat tersebut merupakan fasilitas kesehatan yang selalu digunakan masyarakat.

Terkait adanya pihak ketiga yang membangun puskesmas tersebut akan memperbaikinya lagi, Helmi mempersilakannya sebagai itikad baik menyelesaikan masalah tersebut. "Barusan saya ada laporan dari dinas, sudah ada itikad baik (dari pihak ketiga) untuk bisa memperbaiki," katanya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut menyebabkan bencana tanah longsor dan membuat bangunan bagian belakang Puskesmas Mekarmukti roboh, beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya mengganggu layanan kesehatan.(chm/ant)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral