News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Flashback ke Masa Kecil, Guruh Seokarnoputra: Sejak Kecil Teman Saya dari Pegawai Rendahan Sampai Tinggi

Anak bungsu Presiden Soekarno, Guruh mengisahkan masa kecilnya yang dididik untuk terus dekat dengan rakyat oleh kedua orang tuanya, Soekarno dan Fatmawati
Senin, 26 Februari 2024 - 19:39 WIB
Anak bungsu Presiden Soekarno, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Anak bungsu Presiden Soekarno, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, mengisahkan masa kecilnya yang dididik untuk terus dekat dengan rakyat oleh kedua orang tuanya, Soekarno dan Fatmawati.

"Waktu taman kanak-kanak, di halaman Istana Merdeka ada gazebo antara Istana Merdeka dan Istana Negara, di situlah dijadikan TK. Tteman saya itu mulai dari pegawai rendahan sampai yang tinggi, misalnya anak-anak tukang kebun, koki, pelayan istana, hingga menteri, duta besar, dan pegawai sekretariat negara," kata Guruh dalam diskusi daring di Jakarta, mengutip Antara pada Senin (26/2/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diskusi sejarah lisan sebagai sumber sejarah dan materi film dokumenter tentang Presiden Soekarno digelar oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk melengkapi narasi tentang Presiden pertama RI tersebut dari kisah-kisah yang dituturkan oleh anggota keluarganya.

"Kehidupan di Istana Merdeka itu, saya merasa biasa-biasa saja, dan merasa bersyukur sampai sekarang atas cara orang tua kami mendidik, baik ibu maupun bapak. Saya merasa dari kecil, tidak ada perasaan lain sebagai anak Presiden, biasa saja," ujar dia.

Ia mengemukakan, salah satu hal yang membuat ia merasa berbeda sebagai anak Sang Proklamator tersebut, yakni kehidupan yang terikat dengan protokoler.

"Bedanya hanya apa yang dilakukan oleh orang tua saya, karena itu sudah jadi aturan negara, saya dari lahir sampai keluar istana, kehidupan saya terikat dengan protokol, tetapi hal tersebut membuat kami merasa dididik menjadi orang yang rendah hati," tuturnya.

Ia juga mengaku, sejak duduk di bangku TK hingga SD sudah memiliki kesadaran bahwa rumah yang ditinggali bukanlah rumah pribadi kedua orang tuanya, melainkan rumah negara.

"Kalau di masa kecilnya anak-anak suka corat-coret tembok, kami (anak-anak Soekarno dan Fatmawati) sudah mengerti bahwa untuk menjaga bapak/ibu, kami tidak boleh terlalu bagaimana-bagaimana begitu, enggak enaknya kami memang seperti hidup dalam sangkar, begitu turun dari tangga istana menuju taman, itu sudah harus ada yang 'menguntit' atau mengawal," paparnya.

Soal pengasuh, ia juga menceritakan bahwa pengasuhnya bernama Suminah Sastrowijoyo, dimana suaminya adalah seorang ningrat dari Keraton Surakarta, dan Suminah adalah seseorang yang buta huruf.

"Kami memanggilnya Nek Joyo. Dari Nek Joyo, saya dari kecil sudah bisa belajar menyelami kehidupan rakyat kecil dan alam pikirannya rakyat, itu satu. Kedua, saya mendapatkan didikan tentang kesetiaan mengabdi kepada bangsa dan negara," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, juga banyak hal-hal yang diajarkan oleh Nek Joyo, misalnya ketika dirinya merasa kurang nyaman dengan protokoler, Nek Joyo selalu menasihati bahwa sebagai manusia, kita harus selalu bersabar, karena ada saatnya kita bisa merdeka.

"Ini terlihat biasa saja, tetapi berdampak. Saya dari kecil sudah bisa meresapi rasanya menjadi orang yang tidak merdeka, dan pada tahun 1961 saat Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora), saat kita merebut Irian Barat, di situ kami sudah mengerti bahwa kita harus memerdekakan saudara-saudara kita yang masih dalam belenggu penjajahan Belanda," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengutarakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan cara orang tuanya yang selalu mendidik lewat perbuatan.

"Begitulah cara orang tua saya mendidik tentang kebudayaan, politik, dan lain sebagainya. Saya merasa Bung Karno dan Ibu Fatmawati itu mendidiknya tidak secara verbal, tetapi selalu dengan perbuatan," ucap Guruh. (ant/ree)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT