News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kampanye di Kandang Banteng Jadi Kunci Pilpres 2024, Kubu Prabowo-Gibran Tanggapi Santai

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menanggapi santai anggapan kampanye di Jawa Tengah (Jateng) kerap disebut sebagai 'Kandang Banteng', basis massa pemilih PDIP
Senin, 29 Januari 2024 - 07:53 WIB
Kampanye di Kandang Banteng Jadi Kunci Pilpres 2024, Kubu Prabowo-Gibran Tanggapi Santai
Sumber :
  • Istimewa

Semarang, tvOnenews.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menanggapi santai anggapan kampanye di Jawa Tengah (Jateng) kerap disebut sebagai 'Kandang Banteng', basis massa pemilih PDIP.

Hal itu disampaikan Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani seusai menggelar kampanye akbar kirab kebangsaan di Semarang, Jateng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, pihaknya tidak mempermasalahkan wilayah mana yang menjadi basis massa partai tertentu.

"Kami sebetulnya tidak lihat ini lumbungnya siapa, ini siapa. Kita memang terus menjalankan kampanye ini, apalagi mendekati masa 3 minggu terakhir ini masih meningkatan aktivitas kita berkampanya. Kebetulan ini juga dibagi per zonasi dan kebetulan hari ini di Jawa Tengah," kata Rosan, Minggu (28/1/2024).

Rosan menjelaskan kubu Prabowo-Gibran punya target besar ketika berkampanye di wilayah-wilayah tertentu, khususnya di Jateng.

Namun, dia memastikan bahwa pihaknya tidak menganggap khusus wilahah tertentu.

"Kebetulan zonasi hari ini adalah zonasi di Jawa Tengah. Jadi itu yang kita lakukan dan buat kita, kita tidak melihat ‘oh yang ini ditaklukan’ tidak, semua provinsi buat kita itu sama pentingnya," tegasnya.

Menurut dia, kampanye akbar kirab kebangsaan yang dilakukan di Jateng, cukup berbeda dengan kampanye lainnya.

Sebab, dia menilai antusias masyarakat Jateng di luar dugaan bisa memenuhi lapangan di Simpang Lima Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita lihat acara hari ini beda dengan yang lainnya, biasanya kan ada bentuknya panggung, tapi ini ada kirab kebangsaanya. Karena kita mau menampilkan juga sisi budaya dari Indonesia yang begitu luas begitu indah. Kalau tadi lihat ada tari-tarian, ada kesenian daerah dan baju-baju tradisional yang tadi ditampilkan. Sehingga di dalam berkampanye ini kita juga ingin nenampilkan keberagaman, kebersamaan Indonesia kita cintai ini," kata dia.

"Jadi, itu sebetulnya yang ingin kita sampaikan, dan alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik, sangat positif dari masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang," imbuhnya.(lpk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT