News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Polemik Pulau Rempang, Tokoh Adat Serdang Menilai Pemerintah Kejam dan Tak Hargai Historis Suku Melayu

Soal polemik Pulau Rempang, tokoh adat Serdang menilai pemerintah kejam dan tak menghargai historis suku Melayu.
Senin, 18 September 2023 - 07:15 WIB
Soal polemik Pulau Rempang, tokoh adat Serdang menilai pemerintah kejam dan tak menghargai historis suku Melayu
Sumber :
  • Ahmidal Yauzar Hutagalung-tvOne

Medan, tvOnenews.com - Soal polemik Pulau Rempang, tokoh adat Serdang menilai pemerintah kejam dan tak menghargai historis suku Melayu.

Tokoh adat yang menyampaikan hal itu adalah Kepala Sekertaris Kesultanan Negeri Serdang Tengku Mira Sinar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang dinilai mengintimidasi warga di Pulau Rempang.

Dia juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai kejam saat meminta pengosongan lahan terhadap masyarakat dari 16 kampung adat di Pulau Rempang.

"Sangat menyayangkan. Pemerintah Indonesia kejam sekali terhadap masyarakat Melayu Rempang. Pemerintah berhenti mengecam masyarakat Melayu di Rempang. Harus berhenti. Cari saja pulau lain untuk perluasan proyek strategis nasional. Tidak usah di Rempang," kata Tengku Mira Sinar, Minggu (17/09/2023).

Cucu dari Sulaiman Saipul Alamsyah yang merupakan Sultan Serdang terakhir ini menilai sikap pemerintah tidak menghargai historis perjuangan suku Melayu di masa lalu.

tvonenews

"Mereka seakan lupa. Kami orang Melayu sudah terlalu baik kepada negara ini. Kita memberikan harta kita untuk terbentuknya Indonesia, kita juga memberikan bahasa kita untuk persatuan, yaitu bahasa Indonesia yang asal muasalnya adalah bahasa Melayu. Jadi tolonglah pemerintah berhenti mengintimidasi masyarakat Melayu di Rempang,” harapnya.

Tengku Mira Sinar juga menyayangkan pernyataan Panglima TNI Yudo Margono yang menginstruksikan anggotanya agar “memiting” warga Rempang yang tidak mau digusur. Menurutnya, sikap Panglima TNI itu sangat buruk dan tidak membela rakyat.

"Saya herannya apa betul itu Panglima TNI menurunkan pasukan segitu besar untuk melakukan pembelaan terhadap negara tetapi bukan kepada masyarakat. Baru saja satu minggu lalu panglima kita berikan penghargaan adat dari Kesultanan Serdang saat beliau datang ke Medan. Masa tidak bisa dimaknai?," ucapnya.

Meski Kesultanan Serdang dan Rempang memiliki jarak lokasi yang jauh, akan tetapi sebagai masyarakat dan sesama suku Melayu, Tengku Mira Sinar mengungkapkan ada keterikatan untuk tetap memperjuangkan dan menyuarakan penolakan pengosongan lahan dan konflik di Rempang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebelum kolonial masuk pun kita memiliki ikatan historis. Jaraknya dengan Rempang terlalu jauh ya, tapi secara historis di masa lalu itu memiliki hubungan yang sangat dekat sebagai Kerajaan Melayu masa lalu. Kejadian dan konflik ini membuat kita sangat marah. Jadi saya secara pribadi berharap pemerintah berhenti untuk mengintimidasi masyarakat Melayu yang ada di Rempang," cetusnya. (ayr/nsi)

Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral