News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kaum Gay dan Pelajar Penyumbang Tertinggi HIV/AIDS di Sukabumi

Kaum gay atau kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan pelajar menjadi penyumbang tertinggi angka penularan HIV di Sukabumi, Jawa Barat.
Selasa, 16 November 2021 - 17:07 WIB
Kaum Gay dan Pelajar Penyumbang Tertinggi HIV di Sukabumi
Sumber :
  • tvOne/Rizki Gustana

Sukabumi - Komisi Penganggulangan AIDS (KPA) menyatakan kaum gay atau kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan pelajar menjadi penyumbang tertinggi angka penularan HIV di Sukabumi, Jawa Barat. Fakta tersebut terungkap dari data yang dipaparkan KPA dalam rapat koordinasi dengan Dinkes Sukabumi dan sejumlah perwakilan sejumlah instansi di Gedung Negara Pendopo, Selasa (16/11/2021).

Dokter Rika, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengatakan pada rentang tahun 2004-2020 terdapat 1.001 orang yang mengidap HIV/AIDS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari 1.001 orang pasien yang mengidap HIV/AIDS di rentang tahun 2004-2020 itu, penularannya yang paling tinggi dari hubungan seks lelaki suka lelaki dengan jumlah total 992 orang positif HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi," ucap Rika.

Rika melanjutkan, angka penularan HIV/AIDS dari kategori LSL mencapai 43 orang terhitung dari Januari hingga Oktober 2021. Sedangkan pada 2020 jumlahnya mencapai 82 orang.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya hubungan seksual menyimpang tanpa menggunakan kondom. Faktor lainnya adalah stigma, homofobia, dan diskriminasi yang menyebabkan kaum gay enggan melakukan pengecekan dini HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman menambahkan rakor ini merupakan kegiatan tahunan dengan melibatkan pentahelik bersama jaringan KPA. Diantaranya posyandu peduli AIDS, keluarga, ustaz, dan pengusaha.

"Tujuan rakor ini untuk meningkatkan dan mengoptimalkan temuan kasus HIV/AIDS. Setiap tahunnya selalu ditemukan kasus baru," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andi menambahkan, mayoritas penularan HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi terjadi melalui hubugan seks bebas di kalangan muda, komunitas pekerja seks, dan juga pelajar.

Andi menilai upaya penanggulangan harus dilakukan lebih masif. Jika tidak, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi bisa meningkat hingga tiga kali lipat. (Rizki Gustana/prs)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT