Fakta-fakta Mbah Asih, Anak Mbah Maridjan yang Sekarang jadi Juru Kunci Gunung Merapi
- Viva.co.id
Jakarta, tvOnenews.com - Berikut fakta-fakta menarik dari Mbah Asih, anak Mbah Maridjan yang saat ini menjadi juru kunci Gunung Merapi.
Profil Mbah Asih
Mengutip dari VIVA, Suraksohargo Asihono atau Mbah Asih merupakan anak Mbah Maridjan yang kini dipilih sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Mbah Asih adalah putra dari Mbah Maridjan dan Mbak ponirah yang lahir di Sleman 7 Agustus 1966.
Sebelum menjadi juru kunci Gunung Merapi, Mbah Asih adalah salah satu abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Penunjukan Mbah Asih langsung dari Istana Ngayogyakarta pada April 2011 setelah Mbah Maridjan meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada 2010.
Saat ini Mbah Asih tinggal di Huntap, Karangkendal, Umbulharjo.
Sosok yang Rendah Hati
Mbah Asih merupakan sosok yang sederhana dan rendah hati sama seperti Mbah Maridjan.
Karena sifat yang dimilikinya itu, maka tak heran istana menunjuknya sebagai orang dipercaya untuk menggantikan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Namun pengangkatan Mbah Asih sebagai juru kunci Gunung Merapi tidaklah semata-mata karena ia anak Mbah Maridjan. Ia mendapatkan kesempatan itu atas seleksi yang ketat dan ditetapkan oleh keraton.
Tugas Juru Kunci
Sebagai juru kunci, Mbah Asih beranggapan memiliki tugas sebagai pelestari kearifan lokal warga Lereng Merapi dan menjaga budaya tradisional dan kecenian.
Ia mengatakan, juru kunci tidak sama dengan dukun, paranormal atau lainnya. Ia memiliki tugas untuk mengabarkan status Gunung Merapi kepada masyarakat. Hal itu termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar dapat berhati-hati dalam menjalankan aktivitas.
"Kami sebagai juru kunci mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaaan," ujar Mbah Asih, mengutip VIVA pada Sabtu (18/3/2023).
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Mbah Asih juga berkewajiban melakukan tugas Keraton Yogyakarta untuk melakukan Labuhan Merapi setahun sekali yang diadakan setiap bulan Rajab (penanggalan Hijriyah).
Labuhan Asih adalah acara spiritual dari Keraton Yogyakarta yang diadakan untuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan nikmat kehidupan bagi masyarakat khususnya di sekitar Gunung Merapi.
Load more