News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jual Keperawanan Untuk Bayar Kuliah

Terdesak harus membayar uang kuliah, seorang pemuda asal Jogja menawari korban jual keperawanan sebesar 10 juta rupiah.
Kamis, 6 Mei 2021 - 13:37 WIB
Ilustrasi berkenalan via digital
Sumber :
  • Antara

Surabaya, Jawa Timur, 6/5 – Seorang pemuda, asal Jogjakarta, Hendri Yuliansyah, 38 tahun, tega menjual keperawana AW (19), warga asal Blora, Jawa Timur.

Alasan Hendri melakukan tindakan bejat tersebut, lantaran  AW sempat mendatangi pelaku dan mengatakan bahwa dirinya sangat membutuhkan uang untuk membayar kuliah. Mendengar keluhan AW, pelaku pun langsung menawari AW untuk menjual keperawananya kepada pria hidung belang seharga 10 juta rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan seolah gelap mata, AW pun menyetujui tawaran pelaku untuk menjual keperawananya kepada pria hidung belang, demi membayar biaya kuliahnya. Dari hasil tindakan asusila yang ditawarkan kepada AW, pelaku mendapat keuntungan sebesar 3 juta rupiah, sementara AW mengantongi keuntungan sebesar 7 juta rupiah.

Merasakan manisnya hasil dari menjajakan korban kepada pria hidung belang, pelaku terus membujuk korban AW untuk terus melakukan tindakan asusila dengan melayani nafsu bejat pria hidung belang dan seolah gayung bersambut, AW pun menyetujui dan terus melakukan tindakan asusila tersebut.

Dengan menggunakan Media sosial, dengan leluasa hendri menjajakan AW kepada pria hidung belang disekitar Surabaya dan Jogjakarta.  

Namun naas, sepak terjang Hendri dalam mengekspolitasi AW harus terhenti, setelah petugas berhasil mengamankan AW dan pelaku saat  bertransaksi dengan pria hidung belang di salah satu kamar hotel di Surabaya.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, kegiatan asusila pelaku telah berlangsung sejak akhir tahun lalu.

“Tersangka menjalankan bisnis haram ini sejak November 2020.” Jelasnya.

Setelah itu, tersangka melanjutkan kegiatan asusilanya dengan menajajakan AW kepada pria hidung belang dengan tariff Rp.1,5 juta rupiah untuk sekali kencan dan tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp.500 ribu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam menjalankan aksi bejatnya, tersangka mengajak korban AW berpindah-pindah hotel dengan bayaran sekali kencan sebesar Rp.1,5 juta rupiah. Bahkan tersangka sempat mengajak korban ke Surabaya untuk menemui pria hidung belang dengan menggunakan kereta api.” Tambahnya.

Kepada penyidik, korban AW sempat ingin terlepas dari bisnis haram tersangka, namun karena ancaman dan pengawasan ketat tersangka kepada korban AW, korban pun tak bisa lari dari jeratan tersangka. Terlebih, tersangka sempat mengancam korban jika korban tidak mengindahkan keinginan tersangka dengan menyebarkan tindakan asusila korban ke media sosial

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral