GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merck Klaim Molnupiravir Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid -19

Merck & Co mengklaim pil antivirus yang mereka kembangkan mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap akibat Covid-19
Sabtu, 2 Oktober 2021 - 13:35 WIB
Pil antivirus Covid-19 molnupiravir yang sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics
Sumber :
  • ANTARA/Merck & Co Inc/HO via Reuters/as

Jakarta - Merck & Co mengklaim pil antivirus yang mereka kembangkan mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap akibat Covid-19.

Klaim tersebut didasarkan pada data uji klinis tahap III molnupiravir, obat yang dirancang untuk merusak kode genetik virus.

Uji klinis melibatkan 775 pasien dengan gejala Covid -19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang.
Mereka memiliki setidaknya satu faktor risiko mengalami sakit parah, seperti obesitas atau sudah uzur.
Selama lima hari sebagian dari mereka diminta meminum molnupiravir dua kali sehari di rumah.

Analisis data menemukan 7,3 persen dari kelompok itu kemudian dirawat di rumah sakit dan tak satu pun meninggal setelah 29 hari setelah pemberian obat. Angka itu hanya separuh dari tingkat rawat inap kelompok pasien yang diberi plasebo, yaitu 14,1 persen. Tercatat juga ada delapan kematian dari kelompok itu.

"Pengobatan antivirus yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah orang yang positif Covid -19 masuk rumah sakit sangat diperlukan," kata bos Ridgeback Wendy Holman dalam pernyataan.

"(Temuan) ini akan mengubah perbincangan tentang cara menangani COVID-19," kata bos Merck, Robert Davis.

Hasil uji klinis itu begitu meyakinkan sehingga pengujian dihentikan lebih awal atas rekomendasi pengawas dari luar. Para ahli menyebut hasil uji klinis itu sebagai terobosan dalam menangani infeksi virus corona.

"Obat oral antivirus yang mampu mempengaruhi risiko rawat inap sebesar itu akan menjadi game changer," kata Amesh Adalja, akademisi senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

Pasien COVID-19 saat ini memiliki beberapa opsi pengobatan, termasuk antivirus remdesivir buatan Gilead Sciences Inc yang diberikan lewat infus dan obat steroid generik deksametason. Kedua terapi itu umumnya hanya diberikan pada pasien yang sudah dirawat inap.

Menurut Adalja, pengobatan yang ada saat ini tidak praktis dan merepotkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pil oral sederhana akan menjadi kebalikannya," kata dia.

Merck dan mitranya, Ridgeback Biotherapeutics, mengatakan akan segera meminta izin penggunaan darurat pil tersebut dari otoritas Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Jika disetujui, pil tersebut akan menjadi obat oral pertama COVID-19. Temuan tersebut juga mengangkat harga saham Merck lebih dari 9 persen.

Saham Atea Pharmaceuticals Inc, yang mengembangkan obat serupa, melonjak 21 persen lantaran kabar tersebut.

Saham pembuat vaksin COVID-19 Moderna Inc turun lebih dari 10 persen, sementara saham Pfizer turun 1 persen lebih.

Analis Michael Yee dari Jefferies mengatakan investor yakin "ketakutan orang terhadap Covid-19 akan berkurang, juga minat mereka terhadap vaksin, jika ada obat sederhana yang mampu menyembuhkan Covid".

Pfizer dan produsen obat Swiss Roche Holding AG juga tengah berlomba mengembangkan pil antivirus COVID-19 yang mudah diberikan.

Saat ini, baru koktail antibodi yang disetujui untuk diberikan lewat suntikan pada pasien yang tidak dirawat inap.

Koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan pada Jumat bahwa molnupiravir merupakan "perangkat tambahan potensial untuk melindungi masyarakat dari efek parah Covid".

Namun dia menambahkan bahwa vaksinasi tetap menjadi "alat terbaik kita melawan Covid-19".

Obat lain yang serupa dengan molnupiravir telah dikaitkan dengan cacat lahir dalam penelitian pada hewan.

Merck mengatakan obat buatannya tidak mempengaruhi DNA mamalia. Mereka mengatakan pengurutan genom virus corona sejauh ini menunjukkan molnupiravir efektif terhadap semua varian, termasuk Delta yang sangat menular.(ant/rif)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Lawan Khabib Nurmagomedov, Ini Sosok Petarung Mengerikan yang Paling Ingin Dihadapi Max Holloway

Gagal Lawan Khabib Nurmagomedov, Ini Sosok Petarung Mengerikan yang Paling Ingin Dihadapi Max Holloway

Max Holloway mengungkapkan keinginannya menghadapi Islam Makhachev sebagai ujian terbesar dalam kariernya. Keinginan itu muncul setelah petarung asal Hawaii.
Menkeu Purbaya Umumkan APBN Februrai 2026 Alami Defisit Rp135,7 T

Menkeu Purbaya Umumkan APBN Februrai 2026 Alami Defisit Rp135,7 T

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2026 defisit sebesar Rp 135,7 triliun. 
Shalat Tahajud setelah Tarawih dan Witir, Bagaimana Hukumnya dalam agama Islam?

Shalat Tahajud setelah Tarawih dan Witir, Bagaimana Hukumnya dalam agama Islam?

Pertanyaan muncul di bulan Ramadhan, "bagaimana hukum shalat Tahajud setelah salat Tarawih ditutup Witir dalam agama Islam?" dibahas Ustaz Khalid Basalamah.
Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Mantan juara dua divisi UFC, Conor McGregor, memberikan prediksinya jelang duel Max Holloway melawan Charles Oliveira di UFC 326. Menurut petarung Irlandia.
Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah buka suara soal surat telegram yang diterbitkan oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus terkait pertimbangan Bangsit
Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.

Trending

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Conor McGregor Ramalkan Hasil Duel Max Holloway vs Charles Oliveira di UFC 326, Siapa Pemenangnya?

Mantan juara dua divisi UFC, Conor McGregor, memberikan prediksinya jelang duel Max Holloway melawan Charles Oliveira di UFC 326. Menurut petarung Irlandia.
Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah buka suara soal surat telegram yang diterbitkan oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus terkait pertimbangan Bangsit
Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.
Shalat Tahajud setelah Tarawih dan Witir, Bagaimana Hukumnya dalam agama Islam?

Shalat Tahajud setelah Tarawih dan Witir, Bagaimana Hukumnya dalam agama Islam?

Pertanyaan muncul di bulan Ramadhan, "bagaimana hukum shalat Tahajud setelah salat Tarawih ditutup Witir dalam agama Islam?" dibahas Ustaz Khalid Basalamah.
Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Kabar duka yang mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (7/3).
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
Selengkapnya

Viral