Dow Jones Turun ke Level Terendah di 2022 Akibat Kekhawatiran Resesi yang Guncang Pasar Dunia
- AP Newsroom
Jakarta - Di tengah kekhawatiran ekonomi global, saham turun tajam di seluruh dunia. Dikarenakan bank sentral meningkatkan tekanan dan kenaikan terhadap suku bunga tambahan.
Dow Jones Industrial Average turun 1,6%, ditutup pada level terendah sejak akhir 2020. S&P 500 turun 1,7%, mendekati level terendah 2022 pada pertengahan Juni, sedangkan Nasdaq turun 1,8%.
Para pedagang khawatir tentang kemungkinan adanya resesi. Hasil treasury, yang mempengaruhi suku bunga hipotek dan jenis pinjaman lainnya bertahan di level tertinggi multiyear.
Saham Eropa turun tajam setelah data awal menunjukkan aktivitas bisnis mengalami kontraksi bulanan terburuk sejak awal 2021.
Tambahan tekanan terjadi karena adanya rencana baru yang diumumkan di London untuk memotong pajak. Hal itu membuat Inggris melonjak, namun pada akhirnya bisa memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga lebih tajam lagi.
Federal Reserve dan bank sentral lainnya di seluruh dunia secara agresif menaikkan suku bunga minggu ini dengan harapan dapat mengurangi inflasi yang tinggi. Langkah-langkah yang diambil untuk mengerem ekonomi secara terencana, dengan harapan bahwa pembelian yang lebih lambat akan mengempiskan tekanan inflasi.
Lebih lanjut, sebuah laporan menunjukkan aktivitas AS juga masih menyusut, meskipun tidak separah di bulan-bulan sebelumnya.
"Pasar keuangan sekarang sepenuhnya menyerap pesan keras Fed bahwa tidak akan ada kemunduran dari pertarungan inflasi," kata Douglas Porter, Kepala Ekonom di BMO Capital Markets melansir dari Ap Newsroom, Sabtu (24/9/2022).
Harga minyak mentah di AS turun 5,7% ke level terendah sejak awal tahun ini. Harga Cryptocurrency juga turun tajam karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung terlalu berisiko terhadap investasi yang terlihat paling mahal.
Bahkan emas jatuh harga di seluruh dunia, karena obligasi yang membayar imbal hasil lebih tinggi membuat investasi yang tidak membayar bunga terlihat kurang menarik.
Sementara dolar AS telah naik tajam terhadap mata uang lainnya. Hal itu dapat merugikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan AS dengan banyak bisnis di luar negeri, serta memberikan tekanan keuangan di sebagian besar negara berkembang.
Federal Reserve pada hari Rabu menaikkan suku bunga, yang mempengaruhi banyak pinjaman konsumen dan bisnis ke kisaran 3% hingga 3,25%. The Fed juga merilis perkiraan yang menunjukkan suku bunga acuan bisa menjadi 4,4% pada akhir tahun.
Hasil pada Treasury 2 tahun yang cenderung mengikuti ekspektasi untuk tindakan Federal Reserve, naik menjadi 4,20% dari 4,12% pada Kamis malam. Hasil pada Treasury 10 tahun yang mempengaruhi suku bunga hipotek, turun menjadi 3,69% dari 3,71%.
"Pendaratan keras yang menarik ekonomi turun tajam sebagai hal yang tak terhindarkan. Pertanyaan bagi mereka hanyalah pada waktu, besaran, dan lamanya potensi resesi,” ujar Ahli strategi Goldman Sachs.
Suku bunga yang lebih tinggi akan merugikan semua jenis investasi, tetapi saham bisa tetap stabil selama keuntungan perusahaan tumbuh kuat.
“Semakin psikologi pasar telah beralih dari kekhawatiran atas inflasi menjadi kekhawatiran bahwa, setidaknya, keuntungan perusahaan akan menurun karena pertumbuhan ekonomi memperlambat permintaan,” kata Quincy Krosby, Kepala Strategi Global untuk LPL Financial.
Di AS, pasar pekerjaan tetap sangat solid dan banyak analis berpikir ekonomi tumbuh di kuartal musim panas setelah menyusut dalam enam bulan pertama tahun ini. Tetapi, tanda-tanda yang menunjukkan Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi untuk mendapatkan pendinginan yang diperlukan untuk menurunkan inflasi.
Sementara itu di Eropa, ekonomi yang sudah melemah karena menghadapi dampak perang setelah invasi Rusia ke Ukraina. Bank Sentral Eropa juga menaikkan suku bunga utamanya untuk memerangi inflasi bahkan ketika ekonomi kawasan itu diperkirakan akan jatuh ke dalam resesi.
Sementara laporan ekonomi pada Jumat mengatakan, The Fed dan bank sentral lainnya untuk meringankan dalam menaikkan suku bunga. (Mg3/ree)
Load more