Detik-detik Mencekam Jurnalis TV Rusia Terluka Akibat Jadi Sasaran Rudal Israel saat Liputan di Lebanon Viral
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video Steve Sweeney, jurnalis dari saluran televisi (TV) Rusia, Russia Today (RT) dan juru kameranya, Ali Rida Sbeity menjadi sasaran ledakan rudal Israel viral di media sosial.
Dilansir dari Anadolu Agency dan Al Jazeera, Sabtu (21/3/2026), Steve Sweeney dan juru kameranya sedang menjalankan tugasnya. Mereka melakukan liputan di selatan Lebanon, Kamis (19/3/2026).
Dalam video viral, jarak Steve dan juru kameranya terlihat sangat dekat dengan ledakan besar rudal Israel yang menyasar ke wilayah tersebut.
Mengacu dari keterangan RT, detik-detik ledakan tersebut terjadi setelah sebuah pesawat Israel melintasi di atas udara posisi mereka saat mengambil gambar di dekat Jembatan Al-Qasmiya di Lebanon selatan.
- X/RT
Lokasi tersebut kebetulan dekat dari pangkalan militer setempat. Saat itu pesawat Israel tiba-tiba menembakkan rudal yang mengarah dekat lokasi dua jurnalis tersebut.
Rida menegaskan, pasukan dari Israel diduga sengaja menyerang semua kru jurnalis. Hal ini mengingat para jurnalis di dekat jembatan mengenakan rompi bertuliskan pers sebagai kartu identitas mereka.
Rida menjelaskan, kamera saat itu sedang merekam pengambilan gambar. Dalam video yang dihasillkan, rudal Israel menghujam kurang dari sepuluh meter di belakang Steve.
Akibatnya, Steve dan Rida langsung tiarap. Mereka berlindung untuk menghindari ledakan dari rudal yang dijatuhkan pesawat Israel.
Kondisi Dua Jurnalis TV Rusia usai Jadi Korban Rudal Israel
Rida mengunggah swarekaman video lainnya secara terpisah melalui media sosial pribadinya. Ia membagikan kondisi terkininya setelah mengalami ledakan dari rudal Israel.
Rida menyebut kondisinya masih baik-baik saja meski terluka. Ia bahkan sambil berkata, "Ternyata ketika rudal terbang ke arah Anda, Anda bisa mendengarnya."
Saat diwawancara dalam program siaran The Shanchez Effect melalui sistem daring, Steve mengaku kondisinya masih dirawat. Ia terluka karena pecahan roket atau peluru yang mengenai area lengannya.
Ia mengaku bahagia masih bisa selamat. Ia beruntung hanya kedapatan cedera akibat serangan tersebut.
"Ini adalah serangan yang disengaja dan terarah. Tidak ada keraguan tentang itu," tegas Steve.
Sikap Kemlu Rusia atas Serangan Rudal Israel Melukai 2 Jurnalis Rusia
Dikutip dari RT, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova turut menyoroti serangan Israel yang mengenai jurnalis media RT dan juru kameranya di Lebanon.
Rusia mengutuk keras serangan yang diterima oleh dua jurnalis dari pihaknya. Zakharova mengimbau agar organisasi internasional memperhatikan serangan tersebut.
"Mengingat pembunuhan 200 jurnalis di Gaza, peristiwa hari ini tidak dapat disebut sebagai kecelakaan. Kami sedang menunggu reaksi dari organisasi internasional," tulis Zakharova dalam Telegram.
Pasalnya, roket dari Israel menghantam lokasi di mana dua jurnalis asal Rusia tersebut tengah melakukan peliputan berita terkait kondisi di wilayah terdampak konflik di Lebanon.
"Terutama karena roket tersebut tidak mengenai 'fasilitas militer strategis yang signifikan', tetapi lokasi di mana laporan tersebut sedang direkam," tambah Zakharova.
Kemlu Rusia Panggil Dubes Israel
Akibat serangan tersebut, Kemlu Rusia memanggil Duta Besar (Dubes) Israel untuk Moskov, Oded Joseph. Pihaknya meminta alasan jelas menyusul serangan rudal Israel melukai dua jurnalis TV dari RT.
Menurut Zakharova, serangan tersebut dinilai adanya unsur kesengajaan. Bukan memburu kelompok milisi Hizbullah di selatan ibu kota negara, Beirut, Israel justru menargetkan jurnalis di keadaan sekitar serangan tersebut.
Zakharova menegaskan, serangan rudal itu tidak hanya melukai jurnalis, tetapi sebagai tindakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
(hap)
Load more