GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trump Pecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem di Tengah Kontroversi Penembakan Warga AS dan Skandal Internal

Donald Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem di tengah kontroversi penembakan warga AS dan skandal internal departemen keamanan.
Jumat, 6 Maret 2026 - 07:20 WIB
Konflik Memanas! Donald Trump Blak-blakan soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Reuters

Amerika Serikat, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem pada Kamis waktu setempat. Keputusan ini menandai perombakan besar pertama dalam kabinet Trump pada masa jabatan keduanya.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui platform Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan posisi Menteri Keamanan Dalam Negeri akan diisi oleh Senator Partai Republik asal Oklahoma, Markwayne Mullin, mulai 31 Maret mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump tetap memberikan apresiasi atas kinerja Noem selama menjabat, khususnya terkait kebijakan pengamanan perbatasan. Meski demikian, ia memutuskan untuk memindahkannya ke posisi baru sebagai utusan khusus untuk inisiatif keamanan regional yang disebut “Shield of the Americas”.

“Kristi telah melayani dengan baik dan menghasilkan berbagai capaian penting, terutama dalam isu perbatasan,” tulis Trump dalam pengumumannya.

Mullin Siap Gantikan Noem

Markwayne Mullin menyatakan dirinya merasa terhormat dipercaya mengisi posisi penting tersebut. Ia mengaku mendapat kabar tersebut secara mendadak sehingga langsung menghubungi keluarganya setelah menerima tawaran dari presiden.

Menurut Mullin, kesempatan untuk menjadi bagian dari kabinet presiden merupakan kehormatan besar bagi dirinya.

“Ini sangat merendahkan hati. Seorang anak dari Oklahoma Barat mendapat kesempatan melayani di kabinet presiden,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kristi Noem melalui akun media sosialnya mengucapkan terima kasih kepada Trump atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Tekanan Politik Menguat Setelah Insiden Penembakan

Pencopotan Noem terjadi setelah berbulan-bulan tekanan politik dari berbagai pihak, termasuk dari anggota Partai Demokrat maupun sejumlah tokoh Partai Republik.

Kontroversi memuncak setelah agen imigrasi federal menembak mati dua warga negara Amerika Serikat di Minneapolis dalam operasi yang terkait dengan kebijakan penegakan imigrasi.

Dua korban tersebut adalah:

  • Renee Good

  • Alex Pretti

Noem sempat menyebut keduanya sebagai “teroris domestik”. Namun pernyataan tersebut dipertanyakan karena informasi yang beredar menyebut keduanya hanya terlibat dalam aksi protes terhadap kebijakan penegakan imigrasi.

Pernyataan itu memicu kritik keras dari anggota Kongres dan memunculkan tuntutan agar Noem mengundurkan diri dari jabatannya.

Demokrat Sambut Baik Kepergian Noem

Sejumlah tokoh Partai Demokrat menyambut baik keputusan Trump untuk mencopot Noem dari jabatannya.

Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat setelah berbagai kontroversi yang terjadi selama kepemimpinannya.

Menurut Jeffries, pergantian pejabat saja tidak cukup untuk memperbaiki masalah di Departemen Keamanan Dalam Negeri.

“Kami membutuhkan perubahan kebijakan yang berani, dramatis, dan benar-benar berarti,” kata Jeffries.

Senada dengan itu, Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, juga menyatakan skeptis terhadap perubahan yang terjadi di lembaga tersebut.

Menurutnya, persoalan di dalam DHS tidak hanya terkait individu yang memimpin, tetapi juga menyangkut arah kebijakan yang lebih luas.

Dukungan dari Republik Mulai Melemah

Di sisi lain, dukungan terhadap Noem dari Partai Republik juga mulai melemah dalam beberapa waktu terakhir.

Senator Lindsey Graham menyampaikan apresiasi atas pengabdian Noem, namun mengakui bahwa pergantian kepemimpinan di DHS mungkin memang diperlukan.

Ia menilai Noem masih dapat berkontribusi melalui peran barunya sebagai utusan khusus yang akan menangani isu keamanan regional dan jaringan kartel narkoba di kawasan Amerika.

“Namun saya pikir ini memang sudah waktunya untuk perubahan,” ujar Graham dalam pernyataannya.

Skandal Internal dan Laporan Hubungan Pribadi

Selain kontroversi kebijakan, Noem juga menghadapi sorotan terkait kondisi internal di Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Sejumlah laporan menyebut adanya konflik internal serta dugaan hubungan pribadi antara Noem dan penasihat seniornya, Corey Lewandowski, yang juga mantan manajer kampanye Trump.

Keduanya dilaporkan sering bepergian bersama menggunakan pesawat jet mewah Boeing 737 Max yang dilengkapi kabin pribadi.

Pesawat tersebut bahkan disebut-sebut sedang diupayakan untuk dibeli oleh departemen dengan nilai sekitar 70 juta dolar AS untuk mendukung operasi deportasi berprofil tinggi.

Laporan lain juga mengungkap bahwa beberapa staf merasa mendapat tekanan, termasuk penggunaan tes poligraf terhadap pegawai yang dianggap tidak dipercaya oleh pimpinan.

Kontroversi Lain Ikut Disorot

Kontroversi seputar Noem juga semakin ramai setelah pengakuannya dalam sebuah buku memoar yang menyebut dirinya pernah menembak mati seekor anjing dan kambing miliknya sendiri.

Pernyataan tersebut menuai kritik luas dan bahkan sempat menjadi bahan perdebatan di Kongres.

Beberapa anggota Senat dari Partai Republik turut mempertanyakan keputusan-keputusan Noem selama menjabat, termasuk penggunaan dana hingga ratusan juta dolar untuk kampanye iklan yang menampilkan dirinya secara menonjol.

Tantangan Baru bagi Pemerintahan Trump

Pergantian pimpinan di Departemen Keamanan Dalam Negeri terjadi di tengah kebuntuan politik terkait pendanaan lembaga tersebut.

Sejak pertengahan Februari, sebagian operasional DHS sempat terganggu setelah Senat gagal menyetujui rancangan anggaran baru. Partai Demokrat menolak mendukung pendanaan tanpa aturan tambahan mengenai perilaku agen imigrasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini membuat posisi DHS menjadi semakin sensitif secara politik, terutama karena lembaga tersebut berada di garis depan kebijakan deportasi massal yang dijalankan pemerintahan Trump.

Dengan masuknya Markwayne Mullin sebagai menteri baru, pemerintahan Trump diharapkan mampu meredakan ketegangan politik sekaligus menata kembali kepemimpinan di lembaga keamanan domestik tersebut. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral