News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Bos Kartel Narkoba Tewas, Kartel Mengamuk hingga Warga AS Jadi Target di Meksiko

Buntut bos kartel narkoba Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes di Meksiko. Ternyata diduga memicu kartel mengamuk hingga warga AS (Amerika Serikat) jadi
Selasa, 24 Februari 2026 - 01:53 WIB
Buntut Bos Kartel Narkoba Tewas, Kartel Mengamuk hingga Warga AS Jadi Target di Meksiko
Sumber :
  • istimewa - antaranews

tvOnenews.com - Buntut bos kartel narkoba Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes di Meksiko. Ternyata diduga memicu kartel mengamuk hingga warga AS (Amerika Serikat) jadi target sasaran.

Diketahui, Pimpinan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes yang dianggap paling berpengaruh dan telah lama diburu, dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2) atau Senin (23/2) dini hari WIB. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia dikenal sebagai salah satu penyelundup narkoba paling dicari di dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Meksiko mendesak warganya untuk berlindung di tempat, di tengah "operasi keamanan yang sedang berlangsung dan blokade jalan serta aktivitas kriminal terkait," menyusul kerusuhan yang dipicu oleh pembunuhan Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes.

Staf pemerintah AS di berbagai lokasi di seluruh negeri akan bekerja dari rumah, katanya, menambahkan bahwa warga negara Amerika "harus melakukan hal yang sama."

"Kota-kota di Negara Bagian Jalisco, seperti Puerto Vallarta, Chapala, dan Guadalajara, termasuk di antara kota-kota yang terkena dampak kerusuhan," bunyi pernyataan tersebut. 

Kedubes AS juga menyebutkan kota-kota di negara bagian Baja California, Quintana Roo, Negara Bagian Nayarit, dan Sinaloa.

Kemudian, operasi di jalan tol di Puebla, Guerrero, Tamaulipas, Nayarit, San Luis Potosi, Tijuana, Queretaro, Veracruz, dan Mazatlan "untuk sementara dibatasi," kata pernyataan itu, karena blokade yang telah memengaruhi pengendara.

Sementara, Kabinet Keamanan Meksiko mengatakan bahwa sebagian besar penghalang jalan telah dibersihkan dan jalan utama dibuka kembali setelah gelombang kekerasan.

Kedutaan Besar AS mengatakan bahwa warganya harus "mencari perlindungan dan meminimalkan pergerakan yang tidak perlu," serta "menghindari area di sekitar aktivitas penegak hukum."

Warga Amerika juga harus memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Beberapa negara mengeluarkan peringatan dan instruksi kepada warganya setelah kekerasan meletus.

Sementara itu, kerusuhan telah mereda di Puerto Vallarta, meskipun jam malam tetap berlaku dengan sekolah dan toko diperkirakan akan tutup pada hari Senin. Itu diungkapkan David Bar-Tal, seorang warga AS yang tinggal di kota tersebut.

David Bar-Tal mengatakan dia dan pasangannya melihat "pilar api hitam" dan ledakan di dekat rumah mereka.

“Sekarang tengah malam. Sudah tenang cukup lama. Tidak ada ledakan, tidak ada mobil yang terbakar,” katanya, setelah seharian penuh aksi yang disebutnya heboh.

“Tapi besok, kami dengar akan ada jam malam,” katanya. 

“Semua orang akan tinggal di rumah. Tidak ada sekolah, tidak ada bank,” sambungnya.

Ia mengatakan minimarket dan toko-toko di lingkungannya diminta untuk tutup. 

“Kami tinggal di dekat stadion, yang pada hari Minggu sangat ramai. Ada banyak orang di sana dan polisi datang dan meminta semua orang untuk pulang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kematian Oseguera menjadi pukulan besar bagi jaringan kriminal yang ia pimpin, sekaligus disebut sebagai kemenangan penting bagi pemerintah Meksiko dalam menunjukkan hasil nyata dalam perang melawan kartel, termasuk kepada pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kemudian, eks petugas polisi itu selama bertahun-tahun memimpin CJNG hingga berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan kejam di Meksiko. 

Selain itu, Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat sebelumnya menyebut kelompok ini sebagai salah satu ancaman terbesar dalam perdagangan narkoba global.

Dilansir dari berbagai sumber, operasi militer dilakukan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Setelah operasi berlangsung, kekacauan langsung meletus di sejumlah wilayah.

Bahkan diberitakan kelompok yang diduga terkait kejahatan terorganisir membakar bus dan berbagai bisnis, serta memblokir jalan dengan kendaraan yang dibakar. 

Ironisnya, bentrokan bersenjata terjadi antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal.

Di Zapopan, polisi terlihat mengamankan lokasi kendaraan yang dibakar untuk menutup akses jalan, menyusul operasi yang menewaskan Oseguera.

Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan bahwa pihak terkait di Amerika Serikat memberikan "informasi pelengkap" untuk mendukung operasi tersebut.

Seorang pejabat pertahanan AS juga mengonfirmasi bahwa gugus tugas antarlembaga AS memainkan peran dalam operasi itu.

Sejak dibentuk pada Januari, satuan tugas gabungan antarlembaga pemerintah AS diketahui rutin bekerja sama dengan militer Meksiko melalui Komando Utara AS dalam memerangi operasi kartel di sepanjang perbatasan kedua negara.

"Namun, saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi (militer Meksiko), jadi keberhasilannya adalah milik mereka," ungkap pejabat tersebut.

Selama penggerebekan, anggota CJNG terlibat baku tembak dengan pasukan pemerintah. 

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan empat anggota geng tewas di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oseguera dan dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.

Tiga personel militer Meksiko juga terluka dalam operasi tersebut dan telah dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota untuk mendapatkan perawatan. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral