GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jejak Perjalanan Panjang Nicolas Maduro: dari Sopir Bus, Presiden Venezuela, hingga Ditangkap AS

Perjalanan politik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro Moros mencuri perhatian. Sorotan itu menyusul setelah Maduro ditangkap Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/1/2026).
Selasa, 6 Januari 2026 - 04:13 WIB
Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang ditangkap AS
Sumber :
  • ANTARA/Miraflores Palace/Handout via REUTERS/HP/djo

Jakarta, tvOnenews.com - Perjalanan politik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro Moros mencuri perhatian dunia internasional. Sorotan tersebut menyusul setelah ia ditangkap Amerika Serikat (AS).

AS melakukan serangan besar-besaran ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Tujuan Presiden AS, Donald Trump memperintahkan militer menggencarkan eskalasi ke ibu kota Venezula, Caracas, untuk menangkap Nicolas Maduro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan menyasar ke Venezuela hingga menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, merupakan Operasi Absolute Resolve dari AS. Hal ini menyusul kedua negara memiliki ketegangan selama berbulan-bulan.

Lewat unggahan di platform Truth Social, Donald Trump menjelaskan alasan militer AS melakukan operasi skala besar ke Caracas. Serangan itu menyusul kampanye panjang AS melawan ancaman narkoba, dampak masuknya jutaan migran Venezuela ke Amerika Latin, hingga narko-terorisme.

Saat diwawancarai New York Times, Trump memberikan pujian kepada pasukan militer AS. Keberhasilan tersebut buah dari perencanaan matang menangkap Maduro hingga akan mengambil alih negara Venezuela.

"Banyak perencanaan yang baik dan banyak pasukan dan orang-orang hebat," kata Donald Trump dikutip tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).

Perjalanan Karier Politik Nicolas Maduro

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py

Dilansir dari Britannica, Nicolás Maduro merupakan Presiden Venezuela lahir di Caracas, Venezuela pada 23 November 1962. Maduro besar dari kondisi keluarga ekonomi menengah di Caracas.

Maduro disebut tidak menyelesaikan pendidikan tingkat tingginya. Ia hanya tamat sekolah menengah.

Namun di usia dininya tidak menutup ketertarikan pada politik sayap kiri. Kebetulan tempat ayahnya berada dalam lingkungan yang terlibat politik sayap kiri dan gerakan buruh.

Maduro memilih ikut pelatihan sebagai organisator di Kuba selama satu tahun, tepatnya pada 1986. Hal ini menyusul kegagalannya dalam meraih gelar formal lanjutan.

Maduro memutuskan kembali ke Venezuela setelah satu tahun di Kuba. Ia menyempatkan berprofesi sebagai sopir bus. Kala itu, ia bekerja di lingkungan sistem metro Caracas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sinilah, Maduro aktif dan menjadi perwakilan di serikat pekerja pengemudi. Kebetulan sang ayah juga memiliki jejak aktif di buruh.

Karena aktif di serikat buruh, Maduro semakin menunjukkan vokal terhadap isu kelas pekerja. Ia pun berhasil naik pangkat dipercaya memimpin serikat buruh.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral