Presiden Ditangkap AS, Venezuela Bentuk Komisi Tingkat Tinggi untuk Bebaskan Nicolas Maduro
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com — Ketegangan politik global kembali meningkat setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro dilaporkan ditangkap oleh Amerika Serikat. Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Venezuela langsung membentuk komisi tingkat tinggi guna mengupayakan pembebasan Maduro beserta istrinya.
Pembentukan komisi ini diumumkan oleh Menteri Informasi dan Komunikasi Venezuela, Freddy Nanez, usai rapat Dewan Menteri yang digelar pada Senin (5/1/2026). Keputusan tersebut diambil di tengah eskalasi konflik diplomatik dan militer antara Venezuela dan Amerika Serikat.
“Hari ini, dalam rapat Dewan Menteri, presiden sementara membentuk komisi tingkat tinggi untuk membebaskan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya,” ujar Nanez dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui kanal Telegram pemerintah Venezuela.
Dipimpin Ketua Majelis Nasional Venezuela
Komisi khusus tersebut akan dipimpin oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, yang dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Caracas. Pembentukan komisi ini menandai langkah resmi pemerintah Venezuela untuk merespons tindakan Amerika Serikat yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Hingga saat ini, belum diungkapkan secara rinci komposisi lengkap anggota komisi maupun strategi konkret yang akan ditempuh untuk membebaskan Maduro. Namun, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa seluruh jalur hukum dan diplomatik internasional akan dimaksimalkan.
Trump Konfirmasi Penangkapan Maduro
Penangkapan Presiden Venezuela dikonfirmasi langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Konfirmasi tersebut disampaikan melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Sabtu sebelumnya.
Dalam unggahan itu, Trump membagikan foto yang memperlihatkan sosok yang disebut sebagai Nicolás Maduro. Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga, dengan mata tertutup penutup hitam dan headphone terpasang di telinganya. Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela dan komunitas internasional.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari langkah penegakan hukum terhadap dugaan keterlibatan Maduro dalam aktivitas terorisme dan perdagangan narkoba.
Venezuela Tempuh Jalur Internasional
Merespons tindakan AS, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke berbagai organisasi internasional. Pemerintah Venezuela menilai penangkapan kepala negara yang sah sebagai tindakan ilegal dan berbahaya bagi stabilitas global.
Selain itu, Venezuela juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar rapat darurat guna membahas situasi tersebut. Caracas berharap PBB dapat mengambil sikap tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi sepihak Amerika Serikat.
Langkah diplomatik ini dipandang sebagai upaya Venezuela untuk mendapatkan dukungan internasional sekaligus menekan AS agar menghormati hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.
Dampak Geopolitik dan Kekhawatiran Global
Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat langsung memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik geopolitik, khususnya di kawasan Amerika Latin. Sejumlah pengamat menilai langkah AS berpotensi memicu ketidakstabilan politik dan keamanan regional.
Situasi ini juga berdampak pada pasar global, terutama sektor energi. Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Ketegangan politik yang meningkat dikhawatirkan akan mengganggu pasokan energi global dan mendorong volatilitas harga minyak.
Di dalam negeri Venezuela, pemerintah berupaya menjaga stabilitas politik dengan menunjuk presiden sementara dan membentuk komisi pembebasan Maduro. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah krisis.
Komisi Jadi Simbol Perlawanan Politik
Pembentukan komisi pembebasan Presiden Maduro tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi simbol perlawanan politik Venezuela terhadap tekanan Amerika Serikat. Pemerintah Caracas menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai kriminalisasi kepemimpinan nasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS mengenai respons terhadap pembentukan komisi tersebut. Namun, ketegangan diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat, seiring meningkatnya tekanan diplomatik dan sorotan dunia internasional.
Situasi ini menempatkan Venezuela dan Amerika Serikat pada babak baru konflik terbuka, dengan implikasi luas terhadap stabilitas politik, hukum internasional, dan keamanan global. (ant/nsp)tt
Load more