News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rubel Rusia Jatuh Imbas Sanksi Barat

Bank sentral Rusia sedang mempertimbangkan pelonggaran untuk penjualan wajib pendapatan mata uang asing oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor
Kamis, 14 April 2022 - 16:03 WIB
Ilustrasi: Rubel rusia
Sumber :
  • (ANTARA/Reuters)

London, Inggris - Rubel Rusia melemah pada Kamis, didorong oleh ekspektasi bahwa Rusia dapat melonggarkan langkah-langkah pengendalian modal sementara lebih lanjut, sementara saham jatuh karena negara itu melanjutkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina.

Bank sentral Rusia sedang mempertimbangkan pelonggaran persyaratan untuk penjualan wajib pendapatan mata uang asing oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor, harian bisnis Vedomosti melaporkan, mengutip seorang pejabat bank sentral.

Saat ini eksportir Rusia diwajibkan untuk menjual 80 persen dari pendapatan valas mereka dalam tiga hari pertama setelah menerimanya di bawah aturan yang ditetapkan oleh Presiden Vladimir Putin pada akhir Februari untuk membatasi volatilitas rubel di tengah sanksi barat.

Pada pukul 07.39 GMT, rubel jatuh 2,0 persen menjadi 81,50 per dolar, menjauh dari level terkuatnya sejak 11 November dari 71 yang dicapai minggu lalu.

Terhadap euro, rubel turun sekitar 2,5 persen menjadi 88,55 setelah sempat meluncur melampaui angka 90.

Rubel melemah minggu ini setelah bank sentral membatalkan komisi 12 persen untuk membeli mata uang asing melalui broker dan berjanji untuk mencabut larangan sementara menjual uang tunai valuta asing kepada individu mulai 18 April.

Tetapi rubel tetap mendapat dukungan dari perusahaan yang berfokus pada ekspor yang masih berkewajiban untuk menjual pendapatan valas mereka di pasar domestik.

Pasangan dolar-rubel diperkirakan akan tetap dalam kisaran 79-81 terhadap dolar, kata Promsvyazbank.

Tindakan Rusia di Ukraina tetap menjadi fokus, bersama dengan risiko sanksi baru Barat dan ekspektasi bahwa ekonomi sedang menuju kontraksi paling tajam sejak 1994.

Inflasi telah meningkat ke level tertinggi sejak Februari 2002, mencapai 17,5 persen secara tahunan pada 8 April.

Indeks saham Rusia juga turun. Indeks RTS dalam denominasi dolar merosot 3,2 persen menjadi 965 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel turun 1,2 persen menjadi 2.497,8 poin. (ant/mii)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT