China: Ketidakadilan Sumber Konflik Palestina-Israel
- Antara
"China akan terus bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional untuk mendorong gencatan senjata dan penghentian kekerasan, mencegah krisis kemanusiaan berskala besar, dan memainkan peran konstruktif dalam mewujudkan penyelesaian permasalahan Palestina yang komprehensif, adil dan tahan lama," tambah Wang Wenbin.
Konflik antara Israel dan Palestina pecah setelah kelompok militan Palestina Hamas menyerang Israel dengan sedikitnya 5.000 roket hanya dalam waktu 20 menit pada 7 Oktober 2023 pagi waktu setempat.
Sebagai respon, Israel mendeklarasikan perang terhadap Hamas dan melakukan pembalasan dengan meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza. Ini merupakan deklarasi perang Israel pertama dalam 50 tahun terakhir, sejak Perang Yom Kippur pada 1973.
Angkatan Udara Israel (IAF) pada Kamis (12/10) mengatakan bahwa mereka telah menjatuhkan sekitar 6.000 bom yang menargetkan Hamas di Gaza atau hampir menyamai jumlah bom yang digunakan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan dalam satu tahun.
Kementerian Kesehatan Palestina, berdasarkan data terakhir, menyebut jumlah korban tewas dari pihak Palestina menjadi 1.843 orang di Jalur Gaza sedangkan 44 orang tewas di Tepi Barat, sedangkan 7.138 orang terluka.
Menurut data yang dihimpung United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) setidaknya korban jiwa dari pihak Israel mencapai 1.200 orang dan korban luka 3.192 orang.
OCHA juga mencatat, total pengungsi saat berjumlah 338.934 orang, lebih dari dua pertiganya berlindung di pos pengungsian United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA).(ant/bwo)
Load more