News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bayi Dugong di Polman Akhirnya Mati, Dokter: Ada Benda Asing di Usus

Setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Penyu pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi barat, seekor bayi dugong akhirnya mati.
Kamis, 23 September 2021 - 10:20 WIB
Penampakan Dugong mati
Sumber :
  • Tim tvOne

Polewali Mandar, Sulawesi Barat – Setelah sempat menjalani perawatan selama sepekan di Rumah Penyu pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi barat, seekor bayi dugong akhirnya mati.

Tim dokter hewan dari World Wide Found for Nature yang sempat melakukan pemeriksaan langsung melakukan otopsi terhadap bangkai bayi dugong. Dari hasil pemeriksaan dan otopsi ditemukan sejumlah benda asing didalam usus buntu mamalia laut tersebut yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter hewan dari WWF Indonesia, Dwi Supratmi mengatakan proses autopsi pada rabu (22/9) menemukan sejumlah benda asing didalam perut bayi dugong yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada saluran pencernaan. Menurut dokter bayi dugong seharusnya masih menyusui dengan induknya, namun lantaran terpisah dari kawanan akhirnya hewan langka tersebut akhirnya terdampar dipantai dan memakan apa saja yang ditemukan.

“Ya memang seharusnya bayi dugong hanya minum susu dari induknya, namun karena ia terpisah dari kawanan makanya makan apa saja yang didapat, hal inilah yang membuat saluran pencernaan dugong atau duyung mengalami pemyumbatan," ungkap dokter Dwi

Rencananya seluruh hasil autopsi yang diangkat dari saluran pencernaan bayi dugong akan dibawa laboratorium WWF untuk kemudian diteliti lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian hewan langka dan dilindungi pemerintah tersebut, “hasil autopsi dan benda-benda asing yang ditemukan diperut dugong akan dibawa kelaboratorium WWF untuk diperiksa lebih lanjut,” tutup dokter Dwi

Sementara Muhammad Yusri pemilik Rumah Penyu yang sempat merawat bayi dugong selama sepekan mengaku upaya perawatan terhadap bayi dugong atau duyung sudah sesuai prosedur dan telah dikonsultasikan dengan tim dokter WWF Indonesia yakni dengan memberinya susu formula setiap tiga jam dan mengganti air tempat penangkaran dugong sejali sehari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dari kami tim relawan rumah penyu sudah melakukan perawatan sesuai prosedur yang telah dikonsultasikan dengan tim dokter hewan WWF Indonesia, hanya saja memang bayi dugong saat dievakuasi dari panyai Galung Tulu kondisinya sudah agak drop,” ungkap Yusri

Usai menjalani pemeriksaan dan otopsi, bayi dugong atau duyung yang sempat menyita perhatian warga yang berkunjung di pantai wisata Mampie ini akhirnya dikuburkan disamping Rumah Penyu. Rasman Abdul Rahman/Ner
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral