News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terancam Mati, Bayi Dugong Dievakuasi ke Rumah Penyu

Setelah terdampar selama sepekan dipantai Desa Galung Tulu' Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, anak Dugong Jumat (17/08) akhirnya dievakuasi oleh PSDKP
Jumat, 17 September 2021 - 16:57 WIB
Evakuasi Bayi Dugong Ke Rumah Penyu
Sumber :
  • tvone

Polewali Mandar, Sulawesi Barat - Setelah terdampar selama sepekan di pantai Desa Galung Tulu' Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, anak Dugong Jumat (17/08) akhirnya dievakuasi oleh PSDKP ( Pengawasan Sumber Kelautan dan Perikanan) ke Desa Galeso Mampie. Evakuasi dilakukan lantaran hewan yang nyaris punah ini terancam mati dan membutuhkan perawatan khusus untuk memulihkan kondisinya sebelumnya dilepas kelaut lepas.

Bayi Dugong yang beratnya mencapai 100 kilogram dievakuasi dengan sangat hati-hati. Warga bersama tim Rumah Penyu dan PSDKP menggunakan selimut untuk mengangkat hewan langka ini dari air menuju mobil bak terbuka. Selama dalam perjalanan menuju Rumah Penyu bayi dugong terus disiram air laut agar tidak stress dan mendapatkan oksigen yang cukup. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam bayi dugong akhinya tiba di penangkaran Rumah Penyu di pantai Mampie.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhammad Yusri yang menjemput langsung bayi Dugong mengaku sangat prihatin melihat kondisi salah satu hewan mamalia laut terbesar tersebut. Pasalnya ditemukan sejumlah luka disekujur tubuhnya meski kondisinya mulai berangsur membaik. Selama dipenangkaran Dugong atau biasa disebut warga duyung ini akan diberikan susu setiap tiga jam, serta mengganti air di bak penangkaran minimal sekali dalam sehari.

“Ya selama dirawat disini bayi dugong akan diberi susu setiap tiga jam sekali, sementara air di bak penangkaran diganti sekali sehari, sayangnya kami disini masih kekurangan peralatan termasuk bak penangkaran yang sangat kecil lantaran diperuntukkan untuk penyu serta tidak adanya pompa air untuk digunakan mengganti air”. ungkap Muhammad Yusri

Meski peralatan di rumah penyu sangat terbatas, namun Yusri optimis bayi Dugong bisa sehat kembali. Dugaan sementara bayi  Dugong yang diperkirakan baru berumur satu tahun ini terdampat di pantai Galung Tulu setelah terpisah dengan induk dan kawanannya. Mereka kemungkinan diburu oleh nelayan sehinga terpisah.

“Sepertinya bayi Dugong ini terpisah dengan induknya karena diburu oleh nelayan yang kerap berburu Dugong untuk kemudian dijual kepada penadah” tutup Yusri

PSDKP mengevakuasi bayi dugong ke rumah penyu yang ada di desa Galeso Mampie untuk dilakukan perawatan sebelum dilepas ke laut . (Rasman Abdul Rahman/ rif) 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral