Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum dan Industri Budaya
- Istimewa
tvOnenews.com - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris, dalam rangka memperkuat implementasi Joint Cultural Strategy (Borobudur Declaration) yang disepakati oleh Presiden Republik Indonesia dan Presiden Republik Prancis pada 2025. Pertemuan ini menandai babak baru dalam kerja sama budaya Indonesia–Prancis, sekaligus menjadi pertemuan pertama Menbud Fadli Zon dengan Catherine Pégard sejak ia menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Prancis pada Februari 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut kemajuan kerja sama di sejumlah sektor prioritas dan menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kolaborasi, terutama di bidang warisan budaya dan museum, industri budaya dan kreatif, serta pelatihan dan mobilitas talenta. Keduanya juga menyoroti pentingnya isu hak cipta dan kekayaan intelektual, khususnya dalam sektor musik, film, dan transformasi digital kebudayaan.
“Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra budaya terpenting di Eropa. Sejak 2025, kami telah membangun kerja sama yang semakin konkret, terstruktur, dan berdampak jangka panjang; mulai dari warisan budaya dan museum, hingga industri budaya, literasi, dan pertukaran talenta,” ujar Menbud Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard menegaskan bahwa Prancis menyambut baik penguatan kerja sama budaya dengan Indonesia, terutama melalui berbagai program bersama yang bertumpu pada keahlian, resiprositas, dan visi jangka panjang. “Prancis dan Indonesia memiliki kemitraan budaya yang semakin kuat dan konkret. Kami ingin melanjutkan momentum ini melalui kerja sama yang mempertemukan warisan budaya, penciptaan kontemporer, mobilitas profesional, dan penguatan ekosistem kebudayaan di kedua negara,” ujarnya.
Di bidang warisan budaya, kedua pihak menegaskan sejumlah proyek penting, termasuk penguatan kerja sama untuk pengembangan situs Borobudur dan Prambanan, serta pembentukan Museum Academy di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani dua perjanjian kerja sama, masing-masing antara École du Louvre dan Indonesian Heritage Agency (IHA), serta antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney. Kedua perjanjian ini memperkuat fondasi kerja sama yang telah dibangun sebelumnya, termasuk melalui kolaborasi antara GrandPalaisRmn dan IHA.
Kerja sama di bidang museum dan warisan budaya ini juga mencakup program mobilitas mahasiswa dan profesional, termasuk penempatan profesional Indonesia di sejumlah museum besar di Paris, serta proyek pameran berskala besar. Indonesia dan Prancis juga mendorong pendalaman kolaborasi riset bersama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO), terkait artefak Hindu-Buddha dan situs warisan budaya Indonesia.
Kedua negara juga mencatat penguatan signifikan kerja sama di bidang industri budaya. Dalam sektor film dan animasi, kedua menteri menyambut keberhasilan Indonesia–France Film Lab, penguatan keterlibatan La Fémis dan CNC dalam program penguatan kapasitas, penyelenggaraan pertemuan produksi film bersama (co-production) di Paris pada Desember 2026. Menjelang Festival Film Cannes 2026, kedua pihak juga menyoroti pentingnya program Next Step Studio Indonesia, sekaligus menyambut partisipasi perdana Indonesia dalam Annecy International Animation Film Festival. Kedua menteri juga mendorong pendalaman kerja sama dalam pelestarian dan restorasi warisan film.
Dalam bidang literasi dan perbukuan, kedua pihak menyambut pembentukan Choix Goncourt Indonésie, yang diharapkan membuka ruang baru bagi dialog sastra Indonesia–Prancis, sejalan dengan penguatan program Read Indonesia. Kedua negara juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama dengan Centre national du livre (CNL) untuk mendukung residensi, penerjemahan, penerbitan, dan pertukaran sastra. “Kami menyambut berbagai kerja sama yang semakin kuat dalam bidang sastra, termasuk kunjungan delegasi Prancis yang akan dipimpin oleh Presiden Académie Goncourt ke Makassar International Writers Festival pada Mei 2026, serta pengembangan Rimbaud Residency melalui kemitraan antara Cité Internationale de la Langue Française dan Kota Semarang,” ujar Menteri Kebudayaan Pégard.
Kerja sama Indonesia–Prancis juga ditegaskan melalui komitmen bersama untuk memperkuat mobilitas talenta muda dan profesional kebudayaan, baik melalui festival internasional, residensi timbal balik, maupun kerja sama pendidikan. “Saya menyambut komitmen sejumlah institusi Prancis seperti École du Louvre, La Fémis, École Duperré, dan ENSAD-PSL untuk menerima mahasiswa Indonesia, serta peluang bagi mahasiswa Prancis untuk menjalani magang di Indonesia. Jalur ini juga diharapkan dapat terhubung lebih sistematis dengan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya,” ujar Menbud.
Penguatan kerja sama di berbagai ini menegaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu pilar utama dalam hubungan Indonesia–Prancis. Melalui kolaborasi yang semakin terstruktur, resiprokal, dan berdampak, Indonesia terus berupaya memperkuat posisi kebudayaan sebagai sumber pengetahuan, diplomasi, kreativitas, dan pertumbuhan ekosistem budaya yang berkelanjutan.(chm)
Load more