News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sulit Disentuh Hukum, Algoritma Jadi Sorotan Akademisi

Ada perubahan mendasar dalam pola konsumsi informasi.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 17 April 2026 - 13:53 WIB
Ilustrasi 3
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum DPN PERADI Profesional sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Harris Arthur Hedar, mendorong kalangan akademisi dan praktisi hukum untuk melampaui pendekatan dogmatis dalam menghadapi perkembangan algoritma. Ia menegaskan, algoritma tidak boleh lagi diperlakukan sebagai entitas yang kebal hukum dengan alasan netralitas teknologi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), Harris menyoroti perubahan mendasar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Jika sebelumnya kurasi informasi dilakukan oleh redaktur atau editor, kini peran tersebut telah diambil alih oleh algoritma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Teknologi tidak pernah netral. Ia membawa misi, desain, dan konsekuensi,” ujarnya.

Harris mengungkapkan, ada sejumlah tantangan hukum terkait algoritma yang selama ini berada dalam ruang impunitas. Tantangan pertama adalah aspek kausalitas hukum, yakni kesulitan membuktikan keterkaitan langsung antara algoritma dengan tindakan seperti kekerasan atau bunuh diri.

Menurutnya, perusahaan teknologi kerap berlindung di balik dalih “kehendak bebas” pengguna. Padahal, dalam perspektif psikologi dan neurosains, algoritma yang dirancang dengan teknik penguatan perilaku (behavioral reinforcement) dapat secara bertahap mengikis rasionalitas pengguna.

Tantangan kedua terkait status algoritma yang bukan merupakan subjek hukum. Hal ini menyulitkan upaya gugatan, terutama dalam skema class action, karena tidak adanya pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara langsung.

“Tanpa konstruksi hukum yang memandang algoritma sebagai produk cacat dalam arti luas, korban berpotensi tidak mendapatkan keadilan restitutif,” jelasnya.

Selain itu, persoalan yurisdiksi juga menjadi hambatan. Harris menyebut, perusahaan pengembang algoritma umumnya berada di luar negeri, sehingga menyulitkan penegakan hukum di tingkat nasional.

Ia membandingkan dengan produk konvensional seperti rokok, kosmetik, atau makanan olahan yang memiliki entitas hukum jelas sehingga dapat digugat jika merugikan konsumen. Sementara algoritma bersifat dinamis, tidak berwujud, dan terus berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harris mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab ketika algoritma media sosial mendorong perilaku berbahaya, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau paparan konten berisiko yang berdampak pada kesehatan mental remaja.

Ia juga menyinggung perlindungan hukum seperti Section 230 di Amerika Serikat dan prinsip intermediary liability yang kerap menjadi tameng bagi platform digital dengan alasan hanya sebagai perantara konten.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Kabar gembira datang bagi para pecinta voli Indonesia. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan tanah air, resmi memutuskan untuk kembali berkarier -
Trending: Mendikdasmen Susul Langkah KDM Respons Kasus Bully Guru, Dedi Mulyadi Puji Anak SD, Gebrakan Baru usai Basmi Pungli

Trending: Mendikdasmen Susul Langkah KDM Respons Kasus Bully Guru, Dedi Mulyadi Puji Anak SD, Gebrakan Baru usai Basmi Pungli

Kabar soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali jadi topik hangat di kalangan publik. Berikut rangkuman 3 kabar paling trending yang mencuri perhatian.
Viral, Wanita Diarak Keliling Tanah Abang Usai Kepergok Copet Handphone

Viral, Wanita Diarak Keliling Tanah Abang Usai Kepergok Copet Handphone

Seorang wanita berinisial ES, diarak keliling Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat, usai kepergok mencuri ponsel, Selasa (21/4).
Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 
Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang pria berinisial A (32) tergeletak di Kali Berland Matraman, Jakarta Timur, usai diamankan warga akibat didapati membawa narkoba jenis sabu.
Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.

Trending

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.
Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang pria berinisial A (32) tergeletak di Kali Berland Matraman, Jakarta Timur, usai diamankan warga akibat didapati membawa narkoba jenis sabu.
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri dikabarkan bakal kembali ke Liga Voli Korea 2026-2027 dan kini diberi julukan baru oleh Media Korea. Simak selengkapnya.
Dedi Mulyadi Beri Pujian Setinggi Langit untuk Anak SD Ini, Apresiasi Semangat dan Optimisnya

Dedi Mulyadi Beri Pujian Setinggi Langit untuk Anak SD Ini, Apresiasi Semangat dan Optimisnya

Dedi Mulyadi memberikan apresiasi tinggi kepada Bagas, siswa SD di Sukabumi yang semangat berjuang melawan kanker darah. Seperti apa kish inspiratifnya? Simak!
Selengkapnya

Viral