Soroti Dinamika Geopolitik Timur Tengah, Pemuka Agama Serukan Persatuan Nasional
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustaz Bachtiar Nasir menyoroti perkembangan geopolitik internasional imbas konflik Timur Tengah.
Konflik tersebut memanas dan berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas global, termasuk bagi Indonesia.
Bachtiar menilai situasi saat ini tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi juga memiliki implikasi strategis. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi sosial, politik, hingga ekonomi di berbagai negara.
"Pemerintah Indonesia berada pada posisi yang tidak mudah dalam merespons dinamika tersebut. Di satu sisi, terdapat tekanan sistemik global yang menuntut sikap tegas dan terukur, sementara di sisi lain Indonesia harus tetap menjaga prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif," ujar Bachtiar dalam keterangannya, Rabu (1/3/2026).
Oleh sebab itu, Bachtiar menerangkan pentingnya keberanian moral dari para pemimpin bangsa dalam menentukan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan.
“Pemerintah harus memiliki keberanian moral dan tetap menjadikan integritas bangsa sebagai prioritas utama di tengah tekanan global yang semakin kompleks,” ucapnya.
Kemudian Bachtiar juga menekankan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara besar dengan mayoritas penduduk muslim. Hal ini diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mendorong perdamaian dunia.
"Dalam konteks ini, sikap konsisten terhadap prinsip keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian dinilai sangat penting untuk terus dijaga," kata Bachtiar.
Lebih lanjut Bachtiar mengingatkan bahwa dampak konflik global tidak hanya dirasakan pada level negara, tetapi juga dapat merembet ke dalam kehidupan sosial masyarakat. Arus informasi yang cepat, ditambah dengan berbagai narasi yang berkembang di media sosial, berpotensi memicu kesalahpahaman hingga polarisasi di tengah masyarakat.
Atas hal ini, Bachtiar mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global yang belum tentu sesuai dengan konteks nasional.
Dirinya menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.
“Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah terpecah belah dengan berbagai isu global, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah,” terang Bachtiar.
Load more