GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akdemisi Ungkap Indonesia Berada di Fase Sejarah Krusial Soal Bonus Demografi

Guru Besar Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Prof. Yusriani Sapta Dewi mengungkap Indonesia saat ini sedang memasuki fase sejarah yang sangat krusial dengan hadirnya bonus demografi dengan catatan 69,5 persen penduduk berada pada usia produktif dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030–2035.
Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:22 WIB
Akdemisi Ungkap Indonesia Berada di Fase Sejarah Krusial Soal Bonus Demografi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Guru Besar Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Prof. Yusriani Sapta Dewi mengungkap Indonesia saat ini sedang memasuki fase sejarah yang sangat krusial dengan hadirnya bonus demografi dengan catatan 69,5 persen penduduk berada pada usia produktif dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030–2035.

Hal ini disampaikan dirinya saat orasi ilmiah berjudul 'Dari Potensi Menuju Prestasi: Mengoptimalkan Bonus Demografi dan Semangat Generasi Z untuk Transisi Energi Hijau yang Berdampak' yang menyorot keterkaitan strategis antara bonus demografi Indonesia, peran Generasi Z, serta urgensi transisi menuju energi hijau di tengah krisis lingkungan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya kondisi ini merupakan peluang emas yang hanya terjadi sekali dalam sejarah sebuah bangsa.

“Bonus demografi bukanlah jaminan otomatis menuju kemajuan. Ia hanya akan menjadi kekuatan pembangunan jika diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan lapangan kerja produktif, dan kebijakan pembangunan yang berorientasi jangka panjang,” kata Yusriani  saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik dalam Sidang Terbuka Senat USNI, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Kendati demikian, Yusriani mengungkap potensi peluang emas tersebut menjadi beban demografi jika tak disertai dengan pengelolan yang tepat hingga dapat berdampak akan tingginya pengangguran terdidik maupun ketimpangan sosial.

Yusriani menjelaskan Generasi Z lahir dan tumbuh di era digital ini dinilai memiliki keunggulan dalam literasi teknologi, adaptasi terhadap perubahan, serta kesadaran yang relatif lebih tinggi terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Ditambah, kata Yusriani, momentum bonus demografi saat ini bersamaan dengan tantangan global yang semakin kompleksitas terlebih berkaitan dengan perubahan iklim, krisis energi, hingga degradasi lingkungan. 

Ia menegaskan bahwa sektor energi masih menjadi kontributor terbesar emisi karbon global, sehingga transisi menuju energi hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan peradaban.

“Generasi Z bukan hanya penerus pembangunan, tetapi aktor utama transformasi ekonomi dan sosial. Dengan karakter sebagai digital natives dan kepedulian terhadap keberlanjutan, mereka memiliki potensi besar sebagai katalisator transisi energi hijau,” ungkap Yusriani

“Transisi energi hijau bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi merupakan pergeseran paradigma ekonomi dan pembangunan. Tantangan utamanya bukan pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan pada kesiapan sistem, kebijakan, dan kapasitas sumber daya manusia,” sambungnya.

Menyikapi permasalahan yang ada, Yusriani menawarkan tiga pilar strategis untuk menghubungkan bonus demografi dengan transisi energi hijau berupa reorientasi kurikulum pendidikan tinggi melalui pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dan riset terapan.

Kedua beupa penguatan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) yang melibatkan Generasi Z sebagai inovator dan pelaku ekonomi berkelanjutan, serta ketiga berupa keberanian intelektual dalam kebijakan, di mana akademisi dan pembuat kebijakan harus berani mengedepankan kebenaran ilmiah demi kepentingan jangka panjang bangsa.

“Generasi Z tidak cukup diposisikan sebagai pengguna teknologi energi bersih. Mereka harus didorong menjadi pencipta teknologi, perancang kebijakan, dan pemimpin masa depan sektor energi hijau,” katanya.

Selain itu, dirinya juga mengungkap peran penting pendidikan terutama perguruan tinggi dalam menjembatani bonus demografi dan agenda transisi energi hijau.

“Pendidikan bukan sekadar mengisi bejana, melainkan menyalakan api. Generasi muda kita adalah api itu. Tugas kita sebagai pendidik adalah memastikan api tersebut tidak padam oleh birokrasi yang kaku atau keputusasaan ekonomi,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Rektor USNI, Sihar P. H, Sitorus menilai orasii ilmiah tersebut relevan dengan kondisi demografi Indonesia saat ini dengan meningkatnya tekanan lingkungan dan sumber daya alam.

“Bonus demografi harus dibaca dengan kesadaran ekologis. Tanpa kebijakan dan perilaku yang bijak, kita justru mewariskan keterbatasan sumber daya bagi generasi setelah bonus demografi berlalu,” katanya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral