News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dinilai Miliki Keriteria Mumpuni, Relawan Prabowo Dorong Sosok Ini Sebagai Jaksa Agung

Gerakan Rakyat Membela Prabowo (Rambo) mengusulkan sosok Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha sebagai calon Jaksa Agung menyongsong awal Tahun 2026 ini.
Jumat, 2 Januari 2026 - 02:55 WIB
Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Gerakan Rakyat Membela Prabowo (Rambo) mengusulkan sosok Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha sebagai calon Jaksa Agung menyongsong awal Tahun 2026 ini.

Ketua Umum Rambo, Haetami Abdallah mengatakan sosok yang mengemban Jaksa Agung tak dapat dipilih secara sembarang mengingat memiliki peran penting dalam mengawal agenda penegakan hukum yang telah dijanjikan kepada rakyat Indonesia oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Relawan Prabowo sejak awal memperjuangkan pemerintahan yang tegas, berdaulat, dan berpihak pada keadilan. Untuk itu, Jaksa Agung yang dipilih harus sosok yang berani, bersih, dan tidak bisa ditekan oleh kepentingan mana pun. Kami menilai Dr Tjokorda adalah figur yang paling mendekati kriteria tersebut," kata Haetami kepada awak media, Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Haetami menjelaskan dukungan yang diberikan pihaknya terhadap Tjokorda untuk dapat maju sebagai calon Jaksa Agung pada era kepemimpinan Prabowo.

Menurutnya pemerintahan Prabowo yang tengah menghadapi tantangan besar dalam membangun sistem hukum yang kuat dan terpercaya sehingga diperlukan sosok pemimpim dengan keberanian untuk mengambil keputusan strategis terutama dalam upaya pemberantasan korupsi oleh institusi Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sebab itu, Tjokorda dinilai tepat untuk memimpin Kejagung dengan pengalaman yang mumpuni hingga karakter kepemimpinan yang telah teruji menghadapi berbagai kompleksitas kasus hukum yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Kendati demikian, Haetami menyebut integritas personal Tjokorda menjadi faktor utama yang membuat relawan Prabowo merasa yakin untuk memberikan dukungan politik dan moral kepadanya.

"Agenda Presiden Prabowo membutuhkan aparat penegak hukum yang tidak ragu menindak pelanggaran, siapa pun pelakunya. Jaksa Agung harus menjadi benteng terakhir keadilan, bukan sekadar pejabat administratif yang hanya menjalankan tugas secara mekanis. Kami melihat karakter itu ada pada Dr Tjokorda," kata Haetami.

Haetami menuturkan penunjukan Jaksa Agung yang tepat akan berdampak terhadap pemerintahan Prabowo benar-benar serius untuk melakukan pembenahan struktural dan berkelanjutan dalam sistem penegakan hukum negara.

"Relawan Prabowo tidak ingin janji penegakan hukum hanya menjadi slogan kosong yang terdengar bagus tapi tidak diimbangi dengan tindakan nyata. Harus ada figur yang benar-benar bekerja di lapangan, yang memiliki komitmen tinggi untuk membawa perubahan positif. Karena itu kami dengan tegas mendorong agar Presiden Prabowo mempertimbangkan sosok Dr Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha sebagai Jaksa Agung RI," kata Haetami.

"Kami ingin Kejaksaan Agung menjadi mitra strategis yang handal bagi Presiden dalam membangun negara hukum yang kuat dan adil. Bukan menjadi lembaga yang ragu-ragu dalam mengambil tindakan, apalagi menjadi lembaga yang mudah diintervensi oleh berbagai kepentingan. Berdasarkan penilaian kami yang mendalam, Dr Tjokorda memiliki kapasitas dan karakter yang mampu menjalankan peran tersebut dengan baik," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haetami pun menegaskan dukungan terhadap Tjokorda sebagai calon Jaksa Agung merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen untuk memastikan bahwa pemerintahan Prabowo berjalan sesuai dengan harapan rakyat yang telah memberikan kepercayaan penuh.

"Ini bukan soal siapa dekat dengan siapa, atau siapa yang memiliki hubungan politik tertentu. Yang paling penting adalah siapa yang paling layak, siapa yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk menjalankan tugas sebagai Jaksa Agung dengan sebaik-baiknya. Dan setelah melakukan evaluasi yang cermat dan mendalam, menurut kami, Dr Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha adalah figur yang tepat untuk mengawal proses penegakan hukum di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," pungkas Haetami.(raa)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120
Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Nasib Tijjani Reijnders di Man City mulai jadi tanda tanya besar. Baru semusim merumput di Liga Inggris, gelandang berdarah Indonesia itu kini diincar Juventus.
Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Para pengguna tol Jakarta-Cikampek (Japek) diimbau untuk memperhatikan adanya pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. 
Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Jean Paul van Gastel gagal mencuri poin bagi PSIM Yogyakarta setelah kalah 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (4/5/2026). 
RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

Rumah sakit memperkenalkan layanan stem cell dan secretome yang dikembangkan.
Testing Embed Social Media

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social MediaTesting Embed Social MediaTesting Embed Social Media

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral