Bukan Sekadar Bertani: Cara Usaha Mikro Menopang Ketahanan Pangan Dimulai dari Usaha Kecil dan Komunitas Lokal
- Istockphoto
Di Indonesia, pendekatan tersebut diatur dan diawasi melalui fatwa serta pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Data hingga Desember 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar pembiayaan mikro disalurkan melalui akad syariah, termasuk melalui program Mekaar Syariah dan ULaMM Syariah.
Skema yang digunakan, seperti murabahah, memungkinkan pelaku usaha mengetahui secara jelas harga perolehan dan margin keuntungan, sehingga memberikan kepastian dalam perencanaan usaha. Dalam praktik non-tunai, akad tertulis menjadi dasar hukum transaksi.
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi Bank Dunia yang menyebutkan bahwa inklusi keuangan perlu disertai dengan kepastian hukum dan literasi agar pembiayaan benar-benar mendukung keberlanjutan usaha mikro.
Contoh penerapan ekosistem usaha mikro dapat dilihat dari pengalaman Suwondo, pelaku usaha dari Kopeng, Magelang, Jawa Tengah. Ia mengelola berbagai kegiatan ekonomi yang saling terhubung, mulai dari pembibitan tanaman, budidaya sayuran organik, hingga peternakan ayam petelur.
Produk yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dipasarkan melalui usaha ritel lokal yang dikelolanya. Pola ini mencerminkan praktik ekonomi sirkular di tingkat komunitas, di mana produksi dan distribusi dilakukan secara lokal.
Konsep serupa banyak diterapkan di negara maju sebagai bagian dari local food system untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok panjang dan menjaga stabilitas pangan.
Pendekatan pembiayaan yang disertai pendampingan dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat. Dengan komitmen untuk terus mendampingi dan memperluas layanan syariah, menciptakan dampak yang lebih luas untuk ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Dukungan terhadap usaha mikro berpotensi menciptakan dampak yang lebih luas bagi ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Secara keseluruhan, pengalaman ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari penguatan usaha mikro.
Dengan ekosistem yang mendukung mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga distribusi lokal usaha kecil berpeluang menjadi penopang ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
- Ist
Load more