News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Desa Gelap ke Pusat Ekonomi Baru, Golkar Yakin soal Program 1 Megawatt

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menegaskan pentingnya kebijakan 1 Desa 1 Megawatt sebagai langkah strategis mendorong pemerataan energi sekaligus menggerakkan pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan.
Jumat, 28 November 2025 - 00:40 WIB
Dari Desa Gelap ke Pusat Ekonomi Baru, Golkar Yakin soal Program 1 Megawatt
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menegaskan pentingnya kebijakan 1 Desa 1 Megawatt sebagai langkah strategis mendorong pemerataan energi sekaligus menggerakkan pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan.

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya soal listrik, melainkan menyangkut langsung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya melihat kebijakan ini memiliki manfaat ganda. Pertama, pemerataan energi listrik di seluruh Indonesia. Kedua, mendorong terciptanya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di desa,” ujar Abdul Rahman Farisi di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Abdul Rahman menjelaskan, pemerataan energi listrik akan berdampak langsung pada kualitas layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan administrasi di tingkat desa.

“Layanan berbasis listrik yang sebelumnya hanya dinikmati di perkotaan kini akan menjangkau masyarakat desa,” jelasnya.

Menurutnya, dengan listrik yang andal, berbagai fasilitas publik dapat beroperasi optimal. 

Sekolah bisa memanfaatkan perangkat teknologi, puskesmas desa dapat menggunakan peralatan medis yang lebih modern, hingga layanan digital pemerintahan desa bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Dorong Ekonomi Desa Jadi Kutub Pertumbuhan Baru

Lebih jauh, Abdul Rahman menekankan bahwa tersedianya listrik terutama di desa kepulauan dan daerah terisolir akan mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, potensi desa yang selama ini terhambat minimnya infrastruktur energi dapat berkembang pesat melalui, peningkatan kapasitas produksi UMKM dan industri rumah tangga, pemanfaatan teknologi dalam proses produksi, percepatan akses dan jaringan pemasaran, serta efisiensi waktu dan biaya produksi.

“Desa-desa yang sebelumnya stagnan akan berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kabupaten maupun provinsi,” katanya.

Dia menilai, ketika desa memiliki kapasitas energi memadai hingga skala 1 megawatt, maka sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata desa akan terdorong naik kelas karena dapat mengakses teknologi pengolahan dan penyimpanan yang membutuhkan listrik stabil.

Perintah Presiden Prabowo, Dieksekusi Taktis oleh Menteri Bahlil

Abdul Rahman menjelaskan, program percepatan swasembada energi melalui 1 Desa 1 Megawatt merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diterjemahkan secara cepat dan taktis oleh jajaran pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Kebijakan ini dinilai sangat relevan mengingat masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik, serta 3.264 desa yang sama sekali belum memiliki akses listrik.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti fakta bahwa ribuan desa di Indonesia hingga kini masih gelap gulita dan belum menikmati listrik.

Bahlil menekankan bahwa penyelesaian program Listrik Masuk Desa tidak boleh terus menjadi persoalan berulang setiap periode pemerintahan. 

Oleh karena itu, ia mendorong adanya skema pembiayaan jangka panjang dan perencanaan yang matang agar program 1 Desa 1 Megawatt benar-benar tuntas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Golkar Dorong Konsistensi dan Pengawalan Kebijakan

Sebagai Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar kebijakan 1 Desa 1 Megawatt dijalankan secara konsisten, tepat sasaran, dan berkeadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai, keberhasilan program ini akan menjadi salah satu penentu penting dalam mengurangi ketimpangan antara desa dan kota, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.

“Kalau listrik merata, maka kesempatan usaha juga akan merata. Dari desa akan lahir banyak pelaku ekonomi baru yang kuat dan mandiri. Inilah yang kita sebut sebagai pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral