GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dan DInamika Politik

Sejumlah 1.200 responden dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Kamis, 27 November 2025 - 17:07 WIB
Sejumlah pendukung Prabowo Gibran mendengarkan pidato dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat acara pemantauan hasil hitung cepat di Istora Senayan, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Dokumentasi Pribadi

tvOnenews.com - Populi Center melakukan Survei Nasional pada 12–20 Oktober 2025 untuk melihat bagaimana masyarakat menilai perkembangan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah satu tahun menjabat. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka di 120 kelurahan dan desa yang tersebar di 38 provinsi.

Sejumlah 1.200 responden dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pemilihan sampel di setiap wilayah ditentukan secara proporsional mempertimbangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan KPU pada pemilu 2024. Survei dilakukan melalui pendanaan internal. Ketika diminta membandingkan kondisi ekonomi rumah tangga dalam setahun terakhir, sebagian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

masyarakat (33,2 persen) mengaku penghasilannya meningkat, sementara kelompok yang menyatakan penghasilannya menurun jumlahnya sedikit lebih besar (41,1 persen), dan sebagian lainnya menilai kondisi ekonominya tidak mengalami perubahan (25,7 persen).

Penilaian terhadap situasi nasional menunjukkan bahwa sejumlah bidang dinilai berjalan baik, terutama bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (75,8 persen), pemberdayaan masyarakat (74,6 persen), serta infrastruktur dan pembangunan kewilayahan (72,6 persen). Publik juga memberikan tingkat keyakinan yang cukup tinggi terhadap sejumlah program prioritas pemerintah di masa mendatang, di mana Swasembada pangan (67,9 persen) menjadi program yang paling diyakini dapat terwujud, disusul pemberantasan korupsi (58,5 persen), dan pengentasan kemiskinan (56,7 persen).

Dalam hal kepemimpinan nasional, mayoritas masyarakat (81,7 persen) menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Sementara sebagian lainnya merasa tidak yakin (16,6 persen), dan tidak menjawab (1,7 persen).

Berdasarkan analisis sebaran pilihan Presiden tahun 2024, ketidakyakinan terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran datang dari pemilih Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (36,9 persen), dan pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD (34,1 persen). Sementara berdasarkan pilihan partai,

kepercayaan yang rendah berasal dari pemilih PKS (26,1 persen), PDIP (23,5 persen), Golkar (20,3 persen), Demokrat (18,8 persen), Nasdem (18,6 persen), dan PKB (18 persen).

Masyarakat menyatakan telah mengetahui sejumlah program pemerintah yang berjalan pada periode ini, terutama Program Makan Bergizi Gratis (96,3 persen), program bantuan sosial (94,8 persen), serta pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas (80,6 persen). Tingkat kepuasan terhadap beberapa program utama juga tergolong cukup tinggi. Pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak sekolah (90,8 persen) dan layanan kesehatan gratis di Puskesmas (89,1 persen) mendapatkan apresiasi terbesar, disusul kebijakan peningkatan gaji guru dan tenaga pendidikan (83,2 persen).

Antusiasme masyarakat terhadap program kesehatan gratis tercermin dari tingginya kesediaan mereka (95,2 persen) untuk ikut serta apabila program tersebut tersedia di wilayahnya. Terkait programprogram pemerintah selama satu tahun terakhir, publik menganggap Program Makan Bergizi Gratis (51,2 persen) sebagai capaian paling membanggakan, disusul upaya penguatan pertahanan (12,1 persen), dan diplomasi internasional (10,3 persen).

Penilaian masyarakat terhadap penyelenggaraan MBG juga cukup positif. Banyak yang menilai program ini melibatkan partisipasi masyarakat (75,7 persen), tepat sasaran (71 persen), telah menyajikan makanan dengan kualitas yang baik (70,4 persen), dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal (69,4 persen), dan pengawasan pada penyedia layanan MBG yang juga berjalan baik (57,3 persen). Meski demikian, publik juga menyoroti sejumlah aspek yang dinilai perlu diperbaiki, seperti perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap penyedia layanan (18,8 persen), pelaksanaan uji kelayakan sebelum dapur operasional dibuka (17,6 persen), serta memprioritaskan penerima program bagi masyarakat berpenghasilan rendah (15,8 persen).

Publik juga memandang pedagang pasar (30,2 persen) dan penyedia layanan dapur/SPPG (29,4 persen)sebagai pihak yang paling diuntungkan dari keberadaan MBG. Namun seandainya model pelaksanaan dapat MBG diubah, sebagian besar masyarakat lebih menyukai program tersebut disalurkan langsung kepada orang tua siswa (47,9 persen).

Pada isu nasional lain, mayoritas masyarakat yakin dengan kemampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan (60,1 persen), meskipun proporsi yang meragukan juga cukup besar (37,7 persen) sehingga perlu menjadi perhatian serius. Jumlah yang menilai pemerintah sudah tanggap terhadap keinginan masyarakat juga sedikit lebih besar (52,2 persen) dibanding yang menilainya kurang tanggap (46,1 persen). Ketika diminta menyebutkan persoalan paling menonjol selama satu tahun pemerintahan berjalan, masyarakat menyoroti sulitnya lapangan pekerjaan (33,8 persen), isu korupsi pejabat (29,6 persen), serta kinerja aparat penegak hukum (9,9 persen).

Survei juga memotret tingkat kesukaan terhadap sejumlah tokoh. Dedi Mulyadi (94,9 persen) dan Prabowo Subianto (94,4 persen) menempati posisi tertinggi dalam tingkat kesukaan publik, disusul beberapa tokoh lain seperti Purbaya Yudhi Sadewa (89,6 persen), Teddy Indra Wijaya (85,3 persen), Joko Widodo (81,9 persen), dan Gibran Rakabuming Raka (79,7 persen).

Dalam penilaian kinerja menteri, publik paling banyak menyebut Andi Amran Sulaiman (9,8 persen), Purbaya Yudhi Sadewa (9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (7,8 persen) sebagai tiga nama dengan kinerja terbaik. Untuk tingkat kepercayaan terhadap lembaga negara, TNI (87,9 persen), Presiden (87,1 persen), dan Badan Gizi Nasional (72,2 persen), merupakan tiga institusi paling dapat dipercaya saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait politik dan kepemiluan, apabila pemilu dilakukan hari ini, mayoritas masyarakat menyatakan akan memiih Prabowo Subianto (37,8 persen) sebagai Presiden, disusul Dedi Mulyadi (16,5 persen), dan Anies Baswedan (9,3 persen). Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka (24,2 persen) menjadi yang paling banyak dipilih sebagai Wakil Presiden, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (12,1 persen), dan Dedi Mulyadi (10,3 persen). Kemudian, Partai Gerindra (26,8 persen) menjadi partai dengan dukungan tertinggi apabila pemilihan legislatif dilaksanakan hari ini, disusul PDI Perjuangan (12,4 persen), dan Partai Golkar (10,3 persen).

Dalam hal preferensi cara memilih, mayoritas masyarakat lebih menyukai pemilihan anggota legislative secara langsung dengan memilih nama calon di surat suara (84,3 persen), bukan melalui tanda gambar partai (13 persen). Dukungan terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung juga sangat kuat, di mana sebagian besar masyarakat lebih menyukai gubernur dipilih melalui pemilihan umum (89,6 persen), dibanding ditunjuk oleh Pemerintah Pusat (5,8 persen) atau dipilih oleh DPRD Provinsi (2,3 persen). Pola yang sama juga terlihat pada cara memilih bupati/walikota, sebagian besar masyarakat lebih suka memilih langsung (94,3 persen) daripada dipilih oleh DPRD Kabupaten/Kota (4,1 persen).(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah akui jarang mendampingi sang istri, Tika Mega Lestari, saat dirawat di rumah sakit. Ia ungkap alasan mengapa tak bisa selalu hadir.
Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Adu mulut tidak langsung antara pelatih Alvaro Arbeloa dan juru taktik Barcelona, Hansi Flick, menjadi sorotan usai kekalahan telak Blaugrana 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey.
PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

23 kesepakatan yang diteken PF dan UPER ini melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.

Trending

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan dikabarkan sudah mendapat ACC FIFA untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia. Salah satunya kiper yang berpotensi jadi pesaing Paes dan Audero
Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT