News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ucapan Soeharto Sebelum Meninggal Dunia, Bilang Ingin Sekali Bertemu Tien: Bapak Pengen Menyusul Ibumu, Kamu yang Ikhlas

Kisah Presiden ke-2 RI, Soeharto sebelum dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Di akhir hayatnya, ia sempat mengucap ingin menyusul Tien Soeharto di momen ini.
Senin, 10 November 2025 - 16:03 WIB
Presiden ke-2 RI, Soeharto dan Ibu Tien
Sumber :
  • Buku Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto karya Dewi Ambar Sari dan Lazuardi Adi Sage, 2006

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Presiden ke-2 RI Soeharto kembali mencuat di tengah peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.

Ya, Soeharto terpilih sebagai salah satu di antara 10 tokoh yang dianugerahi mendapatkan gelar pahlawan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya melalui para ahli waris di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Soeharto dapat gelar pahlawan nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu bangsa.

Di semasa hidupnya, Soeharto telah memberikan banyak jasa hingga di akhir hayatnya dikenang oleh bangsa Indonesia.

Hal ini mengingatkan kisah Soeharto sebelum meninggal dunia sempat mengutarakan sesuatu kepada putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto.

Kisah Soeharto Sebelum Meninggal Dunia

Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Sumber :
  • Antara

 

Soeharto meninggal dunia saat berusia 86 tahun pada 27 Januari 2008, sehingga mengundang kesedihan untuk anak-anaknya hingga bangsa Indonesia.

Presiden ke-2 RI itu wafat menyusul Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang lebih dulu telah tutup usia pada 28 April 1996.

Kisah wafatnya Soeharto membuat Tutut Soeharto pernah mengenang detik-detik sebelum Presiden ke-2 RI tersebut meninggal dunia.

Melansir dari laman resmi Tutut Soeharto, Senin, Tutut mengatakan dirinya dan pihak keluarga sampai kini sulit melupakan satu momen saat detik-detik Soeharto tutup usia.

Soeharto tutup usia pada 27 Januari, sementara Presiden ke-2 RI itu sempat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Tutut pada 25 Januari 2008.

Di perayaan putri sulungnya, Soeharto ternyata sempat ingin menyantap makanan pizza.

Tutut mau tak mau langsung memperintahkan dua adik perempuannya, Titiek dan Mamiek segera membeli pizza. Sebab ia melihat Soeharto sangat mengidamkan makanan tersebut.

Beruntungnya Titik dan Mamiek menuruti permintaan Tutut, sehingga mereka langsung membeli pizza.

Tutut menjelaskan ketika pizza sudah dibeli oleh Titiek dan Mamiek Soeharto, sang ayah sempat-sempatnya mendengungkan nyanyian lagu "Selamat Ulang Tahun".

Tutut menambahkan, hal yang paling mengesankan bagi dirinya saat Soeharto menyanyikan lagu perayaan ulang tahun tersebut dalam kondisi terbaring lemah.

Lagu tersebut terus berdengung dari bibir Soeharto. Sebagaimana diketahui, hari kelahiran Tutut berlangsung di setiap 23 Januari.

Tutut mengaku dirinya tidak bisa berkata-kata lagi saat mengenang suasana mengharukan tersebut, sebab ia sulit melupakan momentum tersebut.

Apalagi Titiek Soeharto melalui HP miliknya sempat mengabadikan momen bahagia menunjukkan ucapan Selamat Ulang Tahun terakhir dari Soeharto kepada Tutut.

"Kalau saja malam itu Titiek tidak membawa HP-nya, mungkin kami tidak punya kenangan terakhir dengan bapak yang dapat kami abadikan," kata Tutut dalam keterangan tertulis di laman resminya.

Lebih lanjut, Tutut menceritakan momen Soeharto nekat bangun demi menunaikan shalat Tahajud setelah merayakan HUT putri sulungnya.

Kebetulan juga shalat Tahajud sebagai salah satu ibadah yang menjadi kebiasaan Soeharto dalam beberapa tahun terakhir sebelum meninggal dunia.

Menariknya sebelum shalat Tahajud, Soeharto sempat meminta satu hal kepada Tutut. Ya, ia menginginkan putri sulungnya memutar kasur miliknya agar menghadap kiblat.

Berdasarkan penjelasan dari dokter, kata Tutut, kasur yang tidak menghadap kiblat saat melaksanakan shalat tak menjadi masalah.

"Bapak mau menghadap kiblat!," ucap Soeharto sambil nada ngeyel.

Tutut langsung memperintahkan sang adik, Sigit Harjojudanto saat menuruti permintaan dari Soeharto.

Lanjut, Tutut mengenang satu hari Soeharto sebelum meninggal dunia. Ya, ia sempat diminta mendekati mendiang sang ayahnya itu.

Tutut kembali mengulas, Soeharto berkata sambil lirih, "Bapak mau bicara. Dengarkan baik-baik."

Putri sulung sempat kebingungan karena Soeharto tetiba ingin mengucapkan sesuatu kepadanya dengan tubuh yang semakin lemas.

"Bapak sudah tidak kuat lagi. Bapak ingin menyusul ibumu," ucap Soeharto kepada Tutut.

Tutut terkejut sang ayah memberikan kode sebentar lagi akan meninggal dunia. Tetapi, ia masih percaya Soeharto sembuh dari penyakitnya.

Soeharto memberikan pesan mendalam kepada Tutut. Ia menitip agar Keluarga Cendana tetap rukun.

"Kamu dengarkan, wuk. Kamu anak bapak yang paling besar, sepeninggal bapak nanti, tetap jaga kerukunan kamu dengan adik-adikmu, cucu-cucu bapak dan saudara-saudara semua."

"Kerukunan itu akan membawa ketenangan dalam hubungan persaudaraan, dan akan memperkuat kehidupan keluarga. Selain itu Allah menyukai kerukunan."

"Ingat pesan bapak, tetap sabar dan jangan dendam. Allah tidak sare (tidur)."

Dengan hati bergetar, Tutut tidak sanggup lagi menahan air matanya setelah mendengar pesan menyentuh dari sang ayah.

Apalagi Soeharto sambil memegang tangan Tutut ketika memberikan pesan mendalam tersebut kepada putri sulungnya.

Dalam tulisannya, Tutut kembali mengulas, "Jangan sedih, semua manusia pasti akan kembali kepada-Nya. Tinggal waktunya berbeda. Bapak tidak akan hidup selamanya. Kamu harus ikhlas, InsyaAllah kita akan bertemu suatu saat nanti, di alam lain. Dekatlah dan bersenderlah selalu kalian semua hanya kepada Allah. Karena hanya Dia yang pasti bisa membawa kita ke surga. Doakan bapak dan ibumu."

Tutut tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa memeluk dan menyelimuti sang ayah yang semakin terbaring lemah. Dalam hatinya, ia juga diam-diam berdoa meminta hajat kepada Allah.

Kondisi fisik Soeharto semakin menurun drastis sampai malam hari, sehingga tak bisa merasakan rasa sakit apa pun di tubuhnya.

Suster membangunkan Tutut dan Mamiek yang tidur terlelap menjelang Subuh. Mereka dikabarkan bahwa kondisi Soeharto semakin kritis sambil ditemani Sigit di ruang rawat.

Seiring itu, dua kelopak mata Soeharto semakin tertutup rapat, wajahnya terlihat damai. Tutut yang melihat itu langsung memanggil semua anggota keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh keluarga mencium tangannya, bahkan semua anaknya mengucapkan kalimat istighfar dan tasbih di telinga Soeharto yang mulai perlahan tidak bernapas lagi.

(abs/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral