News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penemu Jenis Sel Imun Baru Diganjar Nobel Kesehatan 2025, Komite Beri Penjelasan

Tiga ilmuwan dari Amerika Serikat dan Jepang yang meneliti sistem imunitas pada manusia diganjar hadiah Nobel Fisiologi atau Kesehatan 2025.
Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:37 WIB
Hadiah Nobel Fisiologi atau Kesehatan 2025 diberikan kepada tiga ilmuwan dari Amerika Serikat dan Jepang
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com- Tiga ilmuwan dari Amerika Serikat dan Jepang yang meneliti sistem imunitas pada manusia diganjar hadiah Nobel Fisiologi atau Kesehatan 2025. Komite Nobel di Stockholm, Senin.menyatakan para peneliti itu berhasil menemukan jenis sel imun baru yang belum pernah diketahui sebelumnya-- sekarang disebut sel regulator T -- yang mengendalikan sel imun lain dan memastikan toleransi sistem imun manusia terhadap sel tubuh mereka sendiri.

"Mary Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi dianugerahi Hadiah Nobel bidang Fisiologi atau Kesehatan tahun 2025 berkat temuan penting mereka terkait toleransi imun perifer yang mencegah sistem imun menyerang tubuh," menurut keterangan Komite Nobel, dipantau di Jakarta pada Selasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan penting mereka mengungkap rahasia tentang bagaimana sistem imun menyerang sel dan virus asing, tapi tanpa menyasar tubuh manusia, kata badan penghargaan dari Swedia itu.

Temuan ini dinilai amat penting untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana sistem imun manusia bekerja dan mengapa seseorang bisa mengalami kondisi autoimun sementara yang lainnya tidak, ucap Komite Nobel.

Penemuan mereka pun membantu pengembangan pengobatan medis baru untuk mengobati kanker dan penyakit autoimun, serta meningkatkan keberhasilan proses transplantasi organ di tubuh manusia.

Menurut Komite Nobel, Shimon Sakaguchi membuat temuan pertamanya dalam bidang tersebut pada tahun 1995, di mana ia mendapati adanya jenis sel imun baru yang melindungi tubuh dari penyakit autoimun.

Mary Brunkow dan Fred Ramsdell, dalam penelitian mereka terhadap tikus tahun 2001, kemudian menemukan mutasi gen penyebab penyakit autoimun yang menyerang jenis tikus tertentu namun tidak pada jenis lainnya. Mereka pun menemukan bahwa kondisi pada tikus yang mereka amati juga terjadi pada manusia.

Pada 2003, Sakaguchi berhasil membuktikan hubungan antara temuan pertamanya pada 1995 dengan temuan oleh Brunkow dan Ramsdell tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Komite Nobel, Shimon Sakaguchi saat ini adalah profesor di Osaka University Jepang, sementara Mary Brunkow aktif di Institute for Systems Biology di Seattle, dan Fred Ramsdell bekerja di Sonoma Biotherapeutics di San Francisco.

Hadiah tunai sebesar 11 juta krona Swedia (sekitar Rp19,4 miliar) akan dibagi rata kepada ketiga pemenang Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun ini.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT