News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Tahan Lagi, Kakak Prada Lucky Akhirnya Buka-bukaan Prada Ricard Bernasib Sama Diduga Dianiaya Senior, tapi...

Lusi Namo, kakak Prada Lucky Namo membongkar kasus dugaan penganiayaan dilakukan oleh 20 anggota Prajurit TNI AD juga dirasakan Prada Ricard Junimton Bulan.
Senin, 11 Agustus 2025 - 15:51 WIB
Prada Lucky Namo
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Lusi Namo, kakak Prada Lucky Namo membongkar kasus dugaan penganiayaan dilakukan Prajurit TNI AD juga dirasakan Prada Ricard Junimton Bulan.

Seperti diketahui, kasus tewasnya Prada Lucky menggemparkan publik belakangan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Prada Lucky semakin heboh sejak sang ayah, Serma Christian Namo berapi-api tidak terima buah hatinya tewas mengenaskan.

Alih-alih hanya Prada Lucky, Lusi Namo menyampaikan salah satu rekannya sebagai Prajurit TNI AD, yakni Prada Ricard juga terkena imbasnya.

"Ricard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky," ungkap Lusi Namo dikutip, Senin (11/8/2025).

tvonenews

Lusi menyampaikan hal ini ketika menceritakan kondisi adiknya merintih kesakitan akibat diduga mengalami kekerasan oleh senior.

Dokter yang merawat Prada Lucky menyebut anggota tubuh sang adik, terutama pada bagian ginjal dan paru-parunya hancur lebur.

Akibat ginjal dan paru-paru Lucky hancur, anggota Prajurit TNI AD itu harus bisa mendapat pertolongan sebanyak tiga kantong darah.

Ia menduga kekerasan dilakukan oleh 20 seniornya berlangsung ketika pergantian piket.

Insiden dugaan kekerasan tersebut berlangsung pada Senin hingga Jumat.

Walaupun Ricard menjadi salah satu korban, bagian anggota tubuh Lucky yang lebih parah ketimbang rekannya tersebut.

Lusi berspekulasi tubuh Lucky yang hancur disebabkan adanya benturan sepatu dari orang lain.

"Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak," imbuhnya.

Prajurit TNI AD, Prada Lucky Namo tewas diduga dianiaya seniornya.
Prajurit TNI AD, Prada Lucky Namo tewas diduga dianiaya seniornya.
Sumber :
  • Frits Floris/tvOne

 

Kecurigaannya semakin terbukti, sebab Lucky sempat melakukan komunikasi kepadanya sebelum prajurit tersebut koma.

Lebih parahnya lagi, Lucky pernah menceritakan pengalaman pahit dialaminya ketika sedang sakit, tetapi harus dapat perlakuan kasar dari senior.

Dugaan kekerasan tersebut akibat para senior menuduh Lucky tidak ingin bekerja di dapur.

Ia pun mendengar Lucky masuk rumah sakit dengan kondisi yang tidak lazim, padahal selama ini adiknya hanya mengalami sakit biasa.

Pengungkapan Lusi Namo selaras dengan kronologi tewasnya Prada Lucky diduga akibat adanya penyiksaan oleh 20 anggota TNI.

Penyiksaan ini berlangsung pada 27 Juli 2025, Prada Lucky dituduh mengalami penyimpangan seksual.

Pada 28 Juli 2025, Lucky dikabarkan kabur dengan alasan minta izin ke kamar mandi. Intel berhasil menemukan keberadaannya di rumah ibu asuhnya.

Sejak inilah, Lucky diduga telah mengalami pemukulan dengan menggunakan selang pasca pemeriksaan di kantor Staf Intel pada siang hari.

Laporan intelijen kepada Asintel Kasdam IX/Udayana juga menyatakan bahwa, adanya indikasi pemukulan dialami oleh Lucky.

"Bahwa memang benar telah terjadi pemukulan terhadap Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang dilakukan oleh beberapa orang seniornya."

Penyiksaan ini juga melibatkan Prada Ricard yang ikut dihukum masuk ke sel tahanan.

Menariknya lagi, Prada Ricard juga dapat penyiksaan oleh empat anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo pada 30 Juli 2025.

Nasib Ricard sangat beruntung diperbolehkan pulang saat mengalami kondisi demam pada 3 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, kondisi Lucky semakin memburuk dan meregang nyawa saat perawatan intensif di RSUD Aeramo pada Rabu (6/8/2025).

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral