Tak Tahan Lagi, Kakak Prada Lucky Akhirnya Buka-bukaan Prada Ricard Bernasib Sama Diduga Dianiaya Senior, tapi...
- Kolase tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Lusi Namo, kakak Prada Lucky Namo membongkar kasus dugaan penganiayaan dilakukan Prajurit TNI AD juga dirasakan Prada Ricard Junimton Bulan.
Seperti diketahui, kasus tewasnya Prada Lucky menggemparkan publik belakangan ini.
Kasus Prada Lucky semakin heboh sejak sang ayah, Serma Christian Namo berapi-api tidak terima buah hatinya tewas mengenaskan.
Alih-alih hanya Prada Lucky, Lusi Namo menyampaikan salah satu rekannya sebagai Prajurit TNI AD, yakni Prada Ricard juga terkena imbasnya.
"Ricard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky," ungkap Lusi Namo dikutip, Senin (11/8/2025).
Lusi menyampaikan hal ini ketika menceritakan kondisi adiknya merintih kesakitan akibat diduga mengalami kekerasan oleh senior.
Dokter yang merawat Prada Lucky menyebut anggota tubuh sang adik, terutama pada bagian ginjal dan paru-parunya hancur lebur.
Akibat ginjal dan paru-paru Lucky hancur, anggota Prajurit TNI AD itu harus bisa mendapat pertolongan sebanyak tiga kantong darah.
Ia menduga kekerasan dilakukan oleh 20 seniornya berlangsung ketika pergantian piket.
Insiden dugaan kekerasan tersebut berlangsung pada Senin hingga Jumat.
Walaupun Ricard menjadi salah satu korban, bagian anggota tubuh Lucky yang lebih parah ketimbang rekannya tersebut.
Lusi berspekulasi tubuh Lucky yang hancur disebabkan adanya benturan sepatu dari orang lain.
"Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak," imbuhnya.
- Frits Floris/tvOne
Kecurigaannya semakin terbukti, sebab Lucky sempat melakukan komunikasi kepadanya sebelum prajurit tersebut koma.
Lebih parahnya lagi, Lucky pernah menceritakan pengalaman pahit dialaminya ketika sedang sakit, tetapi harus dapat perlakuan kasar dari senior.
Dugaan kekerasan tersebut akibat para senior menuduh Lucky tidak ingin bekerja di dapur.
Ia pun mendengar Lucky masuk rumah sakit dengan kondisi yang tidak lazim, padahal selama ini adiknya hanya mengalami sakit biasa.
Pengungkapan Lusi Namo selaras dengan kronologi tewasnya Prada Lucky diduga akibat adanya penyiksaan oleh 20 anggota TNI.
Penyiksaan ini berlangsung pada 27 Juli 2025, Prada Lucky dituduh mengalami penyimpangan seksual.
Pada 28 Juli 2025, Lucky dikabarkan kabur dengan alasan minta izin ke kamar mandi. Intel berhasil menemukan keberadaannya di rumah ibu asuhnya.
Sejak inilah, Lucky diduga telah mengalami pemukulan dengan menggunakan selang pasca pemeriksaan di kantor Staf Intel pada siang hari.
Laporan intelijen kepada Asintel Kasdam IX/Udayana juga menyatakan bahwa, adanya indikasi pemukulan dialami oleh Lucky.
"Bahwa memang benar telah terjadi pemukulan terhadap Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang dilakukan oleh beberapa orang seniornya."
Penyiksaan ini juga melibatkan Prada Ricard yang ikut dihukum masuk ke sel tahanan.
Menariknya lagi, Prada Ricard juga dapat penyiksaan oleh empat anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo pada 30 Juli 2025.
Nasib Ricard sangat beruntung diperbolehkan pulang saat mengalami kondisi demam pada 3 Agustus 2025.
Sementara, kondisi Lucky semakin memburuk dan meregang nyawa saat perawatan intensif di RSUD Aeramo pada Rabu (6/8/2025).
(hap)
Load more