Asal-usul Terkenalnya Hercules di Tanah Abang Pernah Diteliti Penulis asal Belanda, Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Dia Itu Cuma…
- Istimewa/Willem van Gent
tvOnenews.com - Nama Hercules Rosario Marshal sudah melegenda di Jakarta, khususnya kawasan Tanah Abang. Baru-baru ini ia berseteru dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo soal isu pemakzulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Sosok Hercules dikenal sebagai preman kelas kakap ini menjadi simbol kekuasaan jalanan pada era 1980-an hingga awal 2000-an. Namun, di balik citra “manusia kebal senjata”, ada sejarah panjang yang berliku, bahkan sempat diteliti oleh penulis asal Belanda.
Dari Medan Perang ke Jakarta
- IST
Menurut Purnawirawan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Hercules dulunya hanyalah seorang TBO (Tenaga Bantuan Operasi) di Timor Timur. Ia bertugas membantu operasi militer, seperti mengangkut perlengkapan pasukan.
“Ingat, kau dulu TBO. Kau bisa ke Jakarta pakai apa? Sudah purnawirawan juga yang bawa kau ke sini,” ujar Gatot, mengingatkan bahwa Hercules seharusnya menghormati para jenderal yang membantunya masuk ke Jakarta.
Salah satu tokoh militer yang paling berjasa membawanya ke Ibu Kota adalah Mayjen (Purn) Zacky Anwar Makarim, anggota Kopassus dan paman dari Mendikbud Nadiem Makarim.
Keterangan itu didapatkan dari buku “Children of Timor: Forced Migration and Identity” karya Helene van Klinken, penulis asal Belanda yang menelusuri perjalanan hidup anak-anak korban konflik Timor Timur.
- Willem van Gent
Awal Nama ‘Hercules’
Julukan “Hercules” muncul karena kekuatan fisik dan ketahanannya terhadap luka. Seperti jagoan mitologi Yunani, ia disebut-sebut “kebal” terhadap senjata.
Ia pernah ditembak dan dibacok, tapi tetap bertahan hidup. Hal ini menumbuhkan ketakutan sekaligus kekaguman terhadap dirinya di kalangan masyarakat bawah dan kelompok preman.
Hercules perlahan membangun pengaruh di Tanah Abang sejak awal 1980-an. Dari seorang mantan TBO, ia berubah menjadi penguasa preman pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara.
Ia dikenal keras, tak kompromi, dan memiliki loyalis yang banyak. Ia juga punya hubungan dekat dengan kalangan elite militer Orde Baru, sehingga posisinya cukup sulit digoyang.
Namun, masa kejayaannya berakhir pada 1996, ketika kekuasaannya direbut oleh kelompok Betawi yang dipimpin Ucu Kambing (Muhammad Yusuf Muhi). Sejak itu, posisi Hercules sebagai raja Tanah Abang mulai goyah.
Tobat dan Bergerak di Dunia Ormas
- YouTube/GRIB TV
Setelah keluar masuk penjara dan mengalami berbagai konflik hukum, Hercules mengumumkan pertobatannya pada tahun 2006.
Ia mendirikan organisasi sosial politik GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) sebagai wadah pengaruhnya di jalur yang lebih formal.
Nama Hercules makin bersinar kembali ketika ia mendapat kepercayaan di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, di mana ia sempat menjabat sebagai Dirut Pasar Jaya, mengelola pasar yang dulu pernah ia kuasai dengan cara preman.
Hercules belakangan ini melontarkan pernyataan menghina mantan Wakil Danjen Kopassus, Sutiyoso, dengan sebutan “sudah bau tanah”, pernyataan itu menuai amarah para purnawirawan.
Gatot Nurmantyo termasuk yang paling keras mengkritik Hercules.
“Tidak sopan. Sudah banyak jenderal yang bantu kamu. Sekarang malah kamu hina?”
Load more