News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Aksi Preman Minta THR Ke Pabrik, Wali Kota Bekasi: Harus Sesuai Koridor Hukum

Walikota Bekasi Tri Adhianto merespon soal viralnya aksi seorang preman yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke sebuah perusahaan di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi. 
Sabtu, 22 Maret 2025 - 16:47 WIB
Ormas minta THR
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Walikota Bekasi Tri Adhianto merespon soal viralnya aksi seorang preman yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke sebuah perusahaan di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi. 

Tri mengaku tidak mentoleransi aksi premanisme, termasuk memaksa untuk meminta THR kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Sebab, hal itu sangat bertentangan dengan hukum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ormas tentu bagian dari stakeholder yang ikut serta dalam rangka pembangunan, tentu juga harus melakukan sesuai dengan koridor ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pengganguan, intimidasi, kemudian meminta dengan cara-cara yang tidak baik," kata dia di Kantor Kecamatan Pondok Gede, Sabtu (22/3/2025). 

Tri menegaskan, bahwa ia meminta agar aparat penegak hukum untuk tidak segan menangkap dan memberikan sanksi terhadap aksi premanisme yang telah meresahkan masyarakat. 

"Pada saat dia sudah melanggar ketentuan tidak usah segan-segan, saya kira polisi begitu cepat bergerak baik yang di Kabupaten atau yang di Kota Bekasi, sudah terselesaikan dan mereka sudah ditindak," tegasnya. 

Sebelumnya beredar sebuah video seorang preman yang meminta uang THR kepada salah satu perusahaan yang berada di Cikiwul, Bantargebang, Bekasi. Aksinya tersebut viral di media sosial. 

Dalam video yang beredar, pria berbaju merah itu terlihat marah besar dan tidak terima saat proposal yang dibawanya ditolak oleh salah satu perusahaan.

Dengan percaya diri, dia mengeklaim bahwa tidak ada seorang pun di Cikiwul yang berani melawannya. Selain itu, dia mengaku memiliki massa yang banyak di lingkungan tersebut.

Setelah itu dia memaksa petugas keamanan untuk mempertemukannya dengan pemilik perusahaan, seolah ingin menunjukkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi menyebut bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/3/2025). Diketahui 'bang jago' tersebut bernama Suhada diduga anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sukadi mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap apakah tindakan yang dilakukan memiliki unsur pidana. 

"Semalam sudah dilakukan mediasi, yang berempat enggak ketemu, terus tadi unit reskrim datang ke TKP untuk dilakukan pengecekan. Tapi yang bersangkutan dicari keberadannya untuk dimintai keterangan, Kalau ada kita tindaklanjuti penegakkan hukum," ucapnya. (aha/ebs) 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral