News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Pilu 249 Nakes Dipecat dan Gaji Belum Dibayar Sejak Januari oleh Bupati Manggarai, Kemenkes Tak Bisa Berbuat Banyak

Pejabat dari Kementerian Kesehatan RI mengaku hanya bisa bersimpati atas dipecatnya ratusan tenaga kesehahatan non ASN oleh Bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur.
Jumat, 17 Mei 2024 - 21:13 WIB
Direktur Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, dr. Zubaidah Elvia
Sumber :
  • Tim tvOne/Jo Kenaru

Manggarai, tvOnenews.com - Pejabat dari Kementerian Kesehatan RI mengaku hanya bisa bersimpati atas dipecatnya ratusan tenaga kesehahatan non ASN oleh Bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur.

Viral diberitakan, Bupati Heribertus Nabit mengumumkan secara terbuka alasan pemecatan lantaran ia tidak suka para nakes mengeluhkan gaji kecil ke DPRD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, 249 nakes non ASN yang dipecat merupakan Tenaga Pendukung Pelayanan Kesehatan (TPPK) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terbagi dalam 3 kategori antara lain Tenaga Harian Lepas, Tenaga Pendukung dan Tenaga Penunjang Kesehatan.

Miris pula, setelah resmi dipecat per 1 April 2024 tapi gaji mereka untuk tiga bulan Januari-Maret hingga kini belum dibayarkan. 

Sayangnya pemerintah pusat meskipun itu Kementerian Kesehatan RI tidak bisa mengintervensi persoalan tersebut selain hanya berempati. 

"Dalam hal pemecatan ini kewenangan bupati tidak bisa intervensi. Tetapi kami menyarankan bahwa untuk kedepannya jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi lagi," kata Direktur Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, dr. Zubaidah Elvia saat diwawancara usai membawakan materi Sosialisasi dan Focus Group Disccusion (FDG) tentang Reaktifasi BPJS Kesehatan, Jumat (17/5/2024).

Kemenkes, lanjut Zubaidah, amat prihatin dengan kisah pemecatan tanpa upah sebagaimana yang telah diberitakan media.

“Prihatin ya terkait pemecatan ini, makanya kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Manggarai untuk mengetahui duduk permasalahan seperti apa,” katanya.

“Informasi dari kadinkes memang saat ini nakes-nakes yang dipecat itu sudah ketemu sama Bupati ya,” imbuh dia.

Pejabat eselon I ini berharap Bupati Nabit mengkaji ulang keputusannya dan mengambil langkah terbaik. 

“Dalam hal pemecatan ini kewenangan Bupati, kita tidak bisa intervensi. Tetapi, kami menyarankan bahwa untuk kedepannya jangan sampe hal-hal seperti ini terjadi lagi,” lanjutnya.

Mengutip dari pemberitaan dan informasi yang diterima, sambung Zubaidah, Kemenkes begitu prihatin dengan kondisi eks nakes yang dipecat itu.

“Kasihan yang bekerja sudah bertahun-tahun kemudian gaji dibawah standar, itu kan sangat memprihatinkan. Itu juga harus dikaji kok pegawainya kenapa betah, nah, hal-hal seperti ini kita harus kaji dari semua sisi, semua aspek, nggak hanya dari satu aspek, bukan dari pegawainya saja. Tetapi, dari sisi pemerintah juga kita kaji. Semua hal dikaji termasuk anggaran,l bagaimana perencanaannyabkok sampai tidak bisa digaji," singgung Zubaidah.

Adapun FDG yang bertemakan “Reaktivasi dan Optimalisasi Kepesertaan BPJS Kesehatan Serta Layanan Publik Puskesmas dan Rumah Sakit merupakan kegiatan yang digagas bersama Kemenkes, Ombudsman RI dan BPJS Kesehatan.

Kegiatan tersebut dibuka Komisioner Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng. Tapi ketika wartawan meminta tanggapan Ombudsman soal pemecatan nakes di Manggarai, Jaweng berusaha menghindari awak media. 

Melakukan kunjungan kerja ke Ruteng Ibukota Manggarai NTT, Ombudsman RI dan pejabat Kemenkes juga menjadwalkan pertemuan dengan Bupati Heribertus Nabit. 

"Tunggu audiensi dengan Bupati dulu ya. Kita kan harus mendengar dari pemerintah daerah," singkat Robert sambil cepat-cepat menuju mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dihubungi Jumat malam, Robert Jaweng menyampaikan Ombudsman RI dan Kemenkes telah mengadakan pertemuan dengan Bupati Heribertus Nabit.

"Tadi sudah berjumpa (Bupati) semoga segera ada jalannya," balas Jaweng via WhatsApp. (jku/ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral