Prof OK Saidin Pimpin PB Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia
- Istimewa
"Ibarat tubuh, saya ini lengan yang tentu saja tidak dapat menggerakkan seluruh tubuh. Mari kita bergerak bersama untuk meraih kejayaan, harkat, dan martabat Melayu," ujarnya.
Sultan Deli Tuanku Machmud Laman Tjitji Perkasa Alam dalam sambutannya, mengharapkan semua pengurus kompak dalam dapat melaksanakan tugasnya.
"Kekompakan menjadi unsur penting untuk kemajuan MABMI," ujar Sultan termuda, yang dilahirkan pada 29 Agustus 1998.
Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia adalah wadah masyarakat Melayu berhimpun, memusyawarahkan keberadaan adat dan kebudayaan Melayu di daerah, provinsi, nasional, bahkan Dunia Melayu.
MABMI berdiri pada 1971 di Sumatera Utara, oleh sejumlah tokoh adat dan budaya Melayu, di antaranya Tengku Luckman Sinar, Tengku Amin Ridwan, Tengku Nurdin, Achmad Tahir, dan Raja Sahnan.
Pada 1973, Musyawarah Besar menetapkan Prof Tengku Amin Ridwan, Ph.D sebagai Ketua Umum. Masa itu, MABMI melakukan berbagai kegiatan, di antaranya adalah sejumlah penelitian mengenai bahasa dan budaya Melayu, mengembangkan kesenian dan budaya Melayu, yang bekerjasama dengan Prof. Dr. Margareth Kartomi, guru besar etnomusikologi dari Monash University Australia.
Ketua Umum berikutnya,Tengku Luckman Sinar, S.H, yang dikenal sebagai sejarawan, menulis sejumlah buku dan makalah tentang sejarah, budaya, dan adat Melayu yang menjadi rujukan kalangan akademisi maupun masyarakat umum.
Tengku Luckman Sinar memimpin MABMI didampingi OK Saidin sebagai Sekretaris Umum hingga 2004. Kemudian, MABMI dipimpin Syamsul Arifin hingga 2023. Mantan Gubernur Sumatera Utara dan mantan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar itu wafat pada Oktober 2023.
Kini, MABMI kembali dipimpin akademisi, Prof Dr OK Saidin SH Mhum, akademisi Fakultas Hukum USU.
Terpilihnya OK Saidin, yang memiliki latar belakang akademisi, menurut Asro Kamal Rokan, mengembalikan MABMI kembali ke semangat awal berdirinya MABMI.
"Kembali ke khittah, menjadi independen lebih bebas bergerak untuk memajukan puak Melayu," ujar Asro, salah seorang Ketua PB MABMI itu.(chm)
Load more