News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MenKopUKM Dukung Perkembangan Serat Rami Dongkrak Industri Tekstil Nasional

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung perkembangan komoditas rami yang menghasilkan serat kain dan benang sebagai alternatif bahan baku industri tekstil. 
Senin, 1 April 2024 - 15:08 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung perkembangan komoditas rami yang menghasilkan serat kain dan benang sebagai alternatif bahan baku industri tekstil.
Sumber :
  • Humas KemenkopUKM

tvOnenews.com - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung perkembangan komoditas rami yang menghasilkan serat kain dan benang sebagai alternatif bahan baku industri tekstil

“Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berupaya untuk melindungi industri tekstil dan turunannya seperti konveksi, di mana tekstil kita sulit bersaing dengan China yang melakukan produksi massal. Maka, produktivitas rami yang sangat bagus,  berpotensi menjadi fondasi ekonomi kita khususnya di industri tekstil dalam negeri,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya ke CV Ramindo Berkah Persada Sejahtera (Rabersa) di Dusun Gandok, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produktivitas rami dari Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus dan berpotensi menjadi fondasi bagi industri tekstil nasional. 

Menteri Teten melihat, berbagai hal yang dilakukan CV Rabersa dalam mengolah tanaman rami menjadi serat alam meski dalam tahap yang sederhana, sudah dilakukan melalui proses setara industri. Kualitas produk yang dihasilkan pun tak kalah bagus dengan produk pakaian yang ada di pasaran.

“Industri ini ekosistemnya perlu dimodernisasi. Jika nanti rami dijadikan sumber serat nasional, maka serat rami menjadi bahan baku yang dihasilkan dari hasil bumi Indonesia yang melibatkan petani kecil di ladang sehingga kemudian bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Ia menegaskan, di sektor hilir, industri tekstil bisa dikatakan sudah lebih baik dibandingkan sektor hulunya. Di mana bahan baku tekstil belum tersedia banyak di Indonesia, sehingga masih didukung oleh bahan baku impor. 

“Sirkular ekonomi dari serat rami juga sangat besar. Daunnya bisa untuk pakan ternak kambing atau domba, biomassa ternak dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik, bulu dombanya pun dipakai menjadi benang wol artinya ini zero waste. Benefit sirkular ekonomi tak kemana-mana dinikmati oleh petani lagi,” ucap MenKopUKM.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung perkembangan komoditas rami yang menghasilkan serat kain dan benang sebagai alternatif bahan baku industri tekstil.

Saat ini, Indonesia juga sedang menyiapkan diri sebagai modest fashion lewat berbagai event kelas dunia. Jika tidak punya kekhasan, maka akan sangat sulit bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara lain di industri modest fashion dunia.

Untuk itu, dalam mendukung industri tekstil melalui perkembangan serat rami ini, KemenKopUKM bersama Pemerintah Daerah Wonosobo berencana membangun Rumah Produksi pengolahan serat rami bagi industri tekstil. 

“Setidaknya dibutuhkan sekitar 5.000 meter persegi yang dikelola berbasis koperasi multipihak, agar memudahkan kita mencari investor dengan fokus pada produk custom dan ketersediaan bahan baku,” ucap Menteri Teten.

Tercatat necara perdagangan Januari 2024, komoditas Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia (kode HS 50-63) mengalami surplus (210 juta dolar AS). Meskipun secara agregat TPT mengalami surplus, komoditas sutra (HS 50), wol (HS 51), kapas (HS 52), serat tekstil nabati (HS 53) masih mengalami defisit. 

Khusus TPT berbahan serat alam, Indonesia mengimpor serat alam sekitar 3 kali lipat nilai ekspornya (rata-rata impor 2,448 miliar dolar AS sedangkan rata-rata ekspor 0,841 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Kabupaten Wonosobo Muhammad Albar yang menyambut kedatangan MenKopUKM. 

“Alhamdulillah dengan kehadiran MenKopUKM, saya yakin potensi rami akan semakin dikenal di level nasional serta diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian baik di Wonosobo maupun di tingkat nasional,” katanya. 

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) CV Rabersa Wibowo Akhmad menjelaskan, sejak berdiri pada 1999, pihaknya menghasilkan produk setengah jadi berupa material mentah serat rami inagrass. Produk CV Rabersa saat ini memasok dua perusahaan ekspor PT Retota, Magelang dan PT Gisapda, Pekalongan.

tvonenews

Selanjutnya dua perusahaan ini mengolah serat rami ini sebagai home decoration yang sebanyak 95 persennya untuk pasar ekspor khususnya AS. “Produk CV Rabersa saat ini berupa serat inagrass rami yang diminati oleh beberapa negara lain. Sudah ada daftar permintaan, namun sampai sekarang belum bisa dipenuhi karena keterbatasan mesin produksi, modal, dan lahan,” ucapnya.

Beberapa negara sebagai pasar potensial di antaranya China dengan permintaan 40 ton per bulan (1 kontainer 40 ft), Korea Selatan sebanyak 1 ton per bulan (perusahaan di Indonesia), dan Jepang 400 ton per bulan (PT Tosca Corp). Negara-negara tersebut mengakui produk rami Indonesia lebih baik dari produk dari Vietnam dan Thailand. 

“Namun untuk dapat menyuplai permintaan tersebut harus disiapkan lahan minimal 200 hektare dengan pola panen rami setiap 60 hari, akan tetapi saat ini lahan tersedia baru 25 hektare,” katanya.

Ia berharap, kerja sama dengan KemenKopUKM ke depan diteruskan dan berkelanjutan. Sebab ia memiliki mimpi besar tak hanya membangun industri tapi juga mengedukasi serat alami. “Tak hanya wisata, tetapi melihat bagaimana tanaman menjadi baju, hewan sutra atau domba menjadi kain dan memiliki nilai. Mewujudkan edukasi serat alam Indonesia dengan dukungan semua pihak terutama KemenKopUKM,” ucapnya.

KemenKopUKM bersama CV Rabersa dan KaIND (Kain Indonesia) Sustainable Fashion Besutan (Melie Indarto, penggiat sutera Pasuruan), sedang menyusun kajian kelayakan dan perhitungan kebutuhan pengembangan sentra industri serat alami dengan pendekatan Integrated Farming yang akan dioperasionalkan oleh koperasi dan UKM menjadi suatu ekosistem bisnis untuk serat alami dari berbagai bahan baku serat seperti Rami, Nanas, Wol Bulu Domba, dan Sutera Eri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk keterjaminan pasokan bahan baku, KemenKopUKM telah memfasilitasi koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang sebagai sentra penghasil nanas madu. Ke depan diharapkan kabupaten ini menjadi hub logistik pasokan bahan baku daun nanas.

Dalam kesempatan yang sama, MenKopUKM Teten Masduki juga berkunjung ke peternakan domba yang merupakan bagian sirkular ekonomi industri penghasil bahan baku tekstil melalui pendekatan Integrated Farming.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral