Ternyata Ini Alasan Prabowo Subianto Tampil Defensif Meski Dua Lawannya Menyerang
- tim tvOnenews/Muhammad Bagas
Salah satu momen panas antara keduanya adalah ketika Anies menyinggung standar etika seorang pemimpin.
Hal itu bermula ketika sesi Capres bertanya.
Anies Baswedan bertanya soal standar etika seorang pemimpin tertinggi suatu negara yaitu Presiden.
"Pertanyaan yang ingin saya sampaikan ke Bapak, apa hubungan antar standar etika seorang pemimpin negara dengan kemampuannya dalam menjaga pertahanan, keamanan, dan kedaulatan negara?" tanya Anies ke Prabowo.
Namun, Prabowo menjawab bahwa Anies tidak berhak bicara soal etik.
"Saya sependapat bahwa semakin tinggi jabatan maka semakin kompleks dan butuh nilai bagi sebuah kepemimpinan. Ini sangat fundamental," tutur Prabowo.
"Pertama nilai adalah cinta tanah air, kedua, kejujuran, ketiga, kebersihan yang bapak bolak-balik ngomong, harus memberi contoh, tidak boleh korupsi dengan bentuk apapun, jadi saya sependapat harus ada kepemimpinan berdasar nilai," sambungnya.
Prabowo Subianto mengatakan soal hubungan dengan etik itu juga benar, jujur. Dan apa yang kita katakan itu apa yang ada di hati kita.
"Jangan lain di mulut, lain di hati, dan harus cinta tanah air, pertahanan sakral bagi kita, ini menyangkut keselamatan kita, jangan karena ambisi pribadi, kita menghasut dan menyesatkan rakyat, itu etik yang tertinggi saudara profesor Anies Baswedan," jelas Prabowo.
Menurut Prabowo etik paling tertinggi adalah kebersihan jiwa, kejujuran, kesetiaan kepada rakyat.
"Sekali lagi, jangan karena ambisi pribadi, kita menyesatkan rakyat, kita menghasut rakyat, kita membahayakan pertahanan keamanan rakyat, kasihan Prajurit-prajurit yang berjuang untuk menjaga kita, polisi-polisi yang menjaga kita," tutur Prabowo.
Debat Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto
![]()
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan saat Debat Ketiga Capres Pemilu 2024 (Sumber: KPU)
Anies kemudian melempar argumen dengan menyinggung etika dari Prabowo Subianto selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan RI) dan memilih wakil presiden-nya yaitu Gibran Rakabuming Raka.
"Dalam kenyataannya Pak, Ketika Bapak memimpin di Kementerian Pertahanan banyak orang dalam pengadaan alutsista," terang Anies.
Anies menyebutkan bahwa PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defence Security, lalu Anies juga menyinggung soal orang dalam pengelolaan Food Estate.
Load more